Oleh : Yaya Sunaryo
A. SEJARAH
Profesor David Elkind adalah
seorang psikolog anak dan penulis berkebangsaan Amerika. Elkind dilahirkan di
Detroit, Michigan. Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari University of
California at Los Angeles (UCLA) pada tahun 1952, dan ia juga meraih gelar Doctorate
in Philosophy (Ph.D.) dari UCLA pada tahun 1955. Ia juga meraih gelar Doctorate in Science from Rhode
Island College atau Doctor Honoris Causa dalam Sains pada tahun 1987.
Ayah Elkind adalah seorang
operator mesin produksi di sebuah pabrik yang membuat mesin-mesin industri.
Elkind teringat komplain ayahnya ketika insinyur yang mendisain bagian-bagian
mesin tidak memahami sistem operasional mesin, atau justru terkadang mendisain
sesuatu yang tidak dapat dihasilkan oleh mesin tersebut. Kenangan ini terpatri dalam diri Elkind
sehingga ia selalu mencoba untuk memikirkan hubungan atara teori dan praktis,
yaitu bagaimana sebuah teori dapat dan memungkinkan untuk teraplikasikan.
David Elkind adalah penasehat
ilmiah utama untuk “Just Say Baby” dan profesor emeritus Perkembangan Anak di
Tufts University di Medford. Massachusetts. Elkind adalah mantan guru
besar Psikologi, Psikiatri dan Pendidikan di University of
Rochester.
Setelah meraih gelar Ph.D.,
Elkind menghabiskan waktu selama satu tahun
sebagai asisten riset David Rappaport di Austen Riggs Center di Stockbridge,
Massachusetts. Sejak 1964 hingga 1965 Elkind bekerja pada sebuah yayasan Science
Foundation Senior Postdoctoral Fellow at Piaget’s Institut d’Epitemologie
Genetique in Genewa, Switzerland. Penelitiannya ialah di bidang persepsi,
perkembangan kognitif dan perkembangan sosial yang ia bangun dari penelitian
dan teori Jean Piaget.
Piaget adalah seorang ahli dalam
bidang biologi, Ia mempelajari dan meneliti tentang anak lebih dari 50 tahun.
Ia selalu ingin tahu bagaimana anak membangun pengetahuan tentang dunia di
sekelilingnya, dan teori perkembangan kognitifnya membawa pengaruh yang luar
biasa dalam bidang psikologi. Hasil karya Elkind lebih banyak terwujud sebagai
lanjutan penelitian dan teori Piaget. Penelitian Elkind lebih terarah pada
perkembangan kognitif, perseptual, dan sosial anak dan masa remaja. Misalnya,
penyebab dan akibat stress pada anak, remaja, dan keluarga. Elkind berusaha
mengaplikasikan teori dan penelitian di kehidupan nyata, seperti psykoterapi,
pengasuhan, dan pendidikan, Ia menggunakan pengalaman hidup yang sesungguhnya
untuk memperkuat teori dan penelitiannya.
Elkind adalah anggota dari 10
organisasi profesional, dewan redaksi jurnal ilmiah, dan merupakan konsultan
untuk departemen pendidikan negara serta badan-badan pemerintah dan yayasan
swasta. Elkind kuliah secara ekstensif di Amerika Serikat, Kanada, dan luar
negari. Elkind sering tampil di tayangan televisi seperti The Today Show, The
Morning CBS News, Twnty Nightline, Donahue, dan Oprah Winfrey Show. Elkind juga
merupakan mantan presiden asosiasi nasional untuk pendidikan anak muda.
Di antara posisi-posisi
profesionalnya, sejak tahunn 1966 hingga 1978 Elkin dianugrahi gelar Profesor
serta direktur dari Pelatihan Kesarjanaan Psikologi Perkembangan dari
Departemen Psikologi di Universitas Rochester, New York. Ia juga dipercaya
menjadi presiden National Association for the Education of Young Children (asosiasi nasional untuk
pendidikan anak, NAEYC), juga sekaligus menjabat presiden pengembnagan anak
pada Universitas Tuft di Medford,
Massachusetts, tempat ia bergabung sejak 1978. asisten tuan rumah (co-host)
dalam acara serial Televisi untuk segala usia Kid’s This Day. Ia
memiliki tiga orang putra dan tinggal di Massachusetts.
B. DASAR TEORI
Salah satu karya Elkind yang
paling kontributif terhadap psikologi adalah karyanya pada bidang psikologi
remaja yang menjelaskan deskripsi dari egosetris remaja (kesulitan dalam
membedakan pekerjaan mental terhadap diri dan orang lain). Elkind memperhatikan
bagaimana egosentrisme mempengaruhi pemikiran, kebiasaan, dan emosi remaja.
Penelitian yang dilakukan oleh Elkind
lebih terfokus pada kognitif, perseptual, serta perkembangan sosial pada anak
dan remaja, seperti sebab dan akibat dari stres pada anak, remaja, dan
keluarga. Melalui seluruh hasil kerjanya, Elkind mencoba untuk mengaplikasikan
teori dan penelitian ke arena dunia nyata, seperti halnya psykoterapi,
parenting, dan pendidikan dan ia menggunakan pengalaman sehari-hari untuk
mempertajam teori dan penelitiannya.
Piaget, sebenarnya adalah seorang
ahli biologi, yang telah mempelajari dan mengobservasi anak selama lebih dari
lima puluh tahun. Ia berusaha untuk mengerti bagaimana anak-anak membentuk
pengetahuan tentang dunia disekitar mereka, dan teorinya tentang perkembangan
kognitif secara extrim menjadi begitu berpengaruh dalam ilmu psikologi.
Sebagian besar dari hasil kerja Elkind terlihat seolah duplikat, dibangun dari,
dan lebih banyak hasil eksplorasi dari penelitian dan teori Piaget.
Menurut teori Piaget, kemampuan
untuk memisahkan diri sendiri dari pemikiran diri dan lalu menganalisanya, sama
halnya membuat konsep pemikiran orang lain hanya dikembangkan oleh remaja pada
usia muda. Elkind menjelaskan tentang bagaimana awal masa remaja, yang dikarenakan
mereka akan beranjak pada perubahan psikologis yang lebih besar, dimana mereka
sering keasyikan dengan diri sendiri. Egosentris dari masa remaja terdapat
dalam keyakinan mereka bahwa orang lain terlena oleh citra diri mereka sendiri
sebagaimana mereka. Sebagai konsekuensinya, remaja mengantisipasi respon remaja
lainnya dan memikirkan diri mereka sendiri, dan itu, dengan, secara
berulang-ulang menciptakan atau seolah-olah memiliki pendengar imajiner.
Menurut Elkind, hal ini mungkin
memainkan peranan dalam kesadaran-diri yang biasanya ditemukan pada remaja
muda, seperti halnya pengalaman semua orang
pada periode yang sama dalam hidup. Elkind juga mengemukakan ide tentang
perumpamaan diri sendiri, dimana remaja membentuk cerita dirinya sendiri,
sebuah versi dari dari hidupnya sendiri yang tertekan dari keunikan dari
perasaan dan pengalamannya. Walaupun, ide dari keunikan pribadi ini nampak pada
orang yang kuat pendiriannya bahwa keremajaan tidak akan pernah mati. Elkind
menekankan bagaimana ia menemukan konsep yang berguna ini untuk memahami dan
menangani remaja yang bermasalah. Elkind meyakini bahwa egosentris remaja awal
biasanya mulai berkurang pada usia 15 atau 16 tahun seiring dengan proses
perkembangan kognitif.
Pada hasil kerjanya yang terbaru,
Elkind merubah perhatiannnya pada metode pendidikan, dan bagaimana
perubahan-perubahan dalam masyarakat dan keluarga mempengaruhi anak, remaja dan unit keluarga lainya. Aspek
lain yang difokuskan oleh Elkind juga pada faktor pengembangan pembelajaran dan
kesehatan. Ia percaya bahwa anak-anak membutuhkan pengalaman yag bervariasi
untuk dikembangkan secara sehat, dan juga penting bagi anak untuk benar-benar
mempelajari sesuatu dan memahami banyak hal. Elkind berpendapat bahwa orang tua
menekan anak-anak mereka untuk belajar sejak dini dan usia dini tidak
membenarkan mereka untuk memperoleh pengalaman yang kaya yang penting untuk menyerap serta mempelajari
secara mendalam serta lebih bermakna.
Elkind, merupakan seorang
pembicara dan penulis yang sangat dihormati. Ia telah menulis lebih dari 400
bab buku berserta artikel-artikel, dan beberapa cerita untuk anak-anak. Buku-bukunya yang banyak tersebut
termasuk; Reinventing Childhood (1998), All grown up and no place to
go (1998), serta Ties that stress: the New Famili Imbalance. (1994).
Sesuai dengan usahanya untuk mengaplikasikan penemuan
penelitian dalam permasalahan praktis, ia telah mencoba untuk mengkomunikasikan pada masyarakat
umum tentang bagaimana
penelitiannya berhubungan dengan dunia pendidikan, usaha membesarkan anak melalui
menulis artikel untuk dipublikasikan seperti dalam majalah Good Housekeeping.
Sebagai tambahan ia seringkali tampil dalam acara televisi termasuk acara Oprah
Winfrey Show, The To Day Show, and The CBS Morning News. Ia juga
salah satu anggota editorial dari beberapa jurnal ilmiah ternama, diantaranya
the journal of Youth and Adolance, Bulletin of Menniger Clinic, Education
Digest, Journal of Science and Education, dan Montessori Life.
Sejalan dengan teori Piaget, yaitu
kemampuan untuk memisahkan diri dari yang lain, seperti konsep berpikir dengan
yang lain hanya berkembang pada masa
remaja. Elkind mendekripsikan tentang masa remaja, sebab mereka berada pada
masa major psycological.
Perubahan-perubahan yang mengesankan
dalam kognisi sosial menjadi ciri-ciri
perkembangan remaja. Remaja mengembangkan suatu egosentrisme khusus. Pemikiran
remaja bersifat egosentris menurut David Elkind (1976) yakni bahwa egosentrisme
memiliki dua bagian ialah penonton khayalan dan dongeng pribadi. Beberapa ahli
perkembangan menyatakan bahwa egosentrisme dapat menerangkan
beberapa perilaku remaja yang nampaknya ceroboh, meliputi
penggunaan obat-obatan, pemikiran-pemikiran bunuh diri, dan kegagalan
menggunakan alat-alat kontrasepsi selama berhubungan seks (Dolcini, dkk,1989;
Elkind, 1979).
C. PROGRAM PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI
Bermain
sangat penting untuk perkembangan manusia secara positif, tetapi intensitas
bermain anak pada masa sekarang ini relatif sedikit. Dewasa ini aktivitas
bermain dirasa semakin cepat menghilang dari lingkungan rumah, sekolah, ataupun
di lingkungan sekitar. Selama dua dekade terakhir, rata-rata anak telah
kehilangan delapan jam bermain bebas. Lebih dari 30.000 sekolah di Amerika
Serikat sangat membatasi waktu untuk beristirahat dan lebih banyak
mengalokasikan waktu untuk pelajaran akademik.
Menurut
sebuah studi yang dilakukan oleh Sandra Hofferth di University of Maryland
menyatakan bahwa sejak tahun 1997 hingga 2003 intensitas bermain anak di luar rumah
berkurang hingga 50%. Hofferth juga menemukan bahwa jumlah rata-rata anak-anak
yang menghabiskan waktunya untuk melakukan rekreasi pasif, tidak termasuk
menonton televisi, telah meningkat dari 30 menit menjadi lebih dari 3 jam. Hal
ini tidak terlalu mengherankan jika banyak anak-anak mengalami obesitas dan
bahkan menganggapnya sebagai epidemi. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah
tidak sekedar obesitas saja.
Penelitian
menunjukkan bahwa bermain sangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual,
dan pengembangan sosial emosional untuk segala usia. Pada bayi dan anak usia
dini, bermain merupakan sebuah aktivitas belajar dalam mengenali warna dan
bentuk, rasa dan suara serta berbagai aspek lain.
Anak-anak
Sekolah Dasar menggunakan bermain untuk belajar saling menghormati,
persahabatan, kerjasama, dan persaingan. Untuk remaja, bermain merupakan cara
untuk mengeksplorasi kemungkinan identitas, serta sebagai cara untuk
mengeluarkan isi hati. Bahkan orang dewasa memiliki potensi untuk menyatukan
bermain, cinta, dan bekerja, mencapai kegembiraan dan kepuasan.
Penelitian
lain menggambarkan pentingnya bermain fisik untuk pembelajaran dan perkembangan
anak. Beberapa studi telah mereomendasikan tentang pentingya istirahat bagi
anak. Seorang psikolog bernama Anthony Pellegrini dan rekan-rekannya telah
menemukan bahwa anak-anak Sekolah Dasar menjadi semakin lalai dalam kelas saat
waktu istirahatnya tertunda. Demikian pula penelitian yang dilakukan di Sekolah
Dasar Perancis dan Kanada yang dilakukan selama 4 tahun menemukan bahwa
aktivitas fisik secara teratur dapat berdampak positif pada kinerja akademis.
Menghabiskan waktu sepertiga dari hari sekolah untuk melakukan aktivitas
jasmani, seni, dan musik tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga
meningkatkan sikap terhadap pembelajaran dan skor tes.
Untuk
mendukung proses belajar, maka ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan,
yaitu:
1.
Anak-anak membutuhkan dukungan yang kuat
untuk bermain dan kegiatan yang dipilih sendiri dengan tujuan untuk dapat
bertahan dalam stres yang ada sekarang dalam lingkungan anak
2.
Anak tidak dapat dipersiapkan untuk
menghadapi stres dengan mengalami lebih dulu pada awal kehidupan mereka.
3.
Akan jauh lebih sehat bagi anak-anak
bila dalam kegiatan bermain dan dalam perkembangan anak tidak ada stres yang
berarti.
4.
Elkind percaya bahwa anak-anak yang
mempunyai pengalaman seperti yang tersebut di atas akan lebih baik dipersiapkan
untuk mengatasi stres dalam kehidupan masa dewasa kelak.[1]
DAFTAR PUSTAKA


4 comments:
Mantab kang.. :D
Semoga bermanfaat Kang Alhadi, berbagi ilmu itu sedekah jariah.
salam, saya Shabrina mahasiswa UNJ Jurusan Bahasa Indonesia yang sedang mengerjakan skripsi, dengan topik pemerolehan bahasa pada anak usia 2 dan 3 tahun. Apakah ada referensi yang bisa saya gunakan untuk menambah materi saya? terimakasih sebelumnya :)
Maaf baru buka blog ba shabrina, insaAllah ada ba...bukunya ada juga janjian aja nanti di kampus dengan bang yaya...ini no hp bang yaya 081283246900. semoga dapat membantu.
Post a Comment