Saturday, 5 December 2015

PEMIKIRAN TOKOH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI “DAVID ELKIND”


Oleh : Yaya Sunaryo

A.    SEJARAH
Profesor David Elkind adalah seorang psikolog anak dan penulis berkebangsaan Amerika. Elkind dilahirkan di Detroit, Michigan. Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari University of California at Los Angeles (UCLA) pada tahun 1952, dan ia juga meraih gelar Doctorate in Philosophy (Ph.D.) dari UCLA pada tahun 1955. Ia juga meraih gelar Doctorate in Science from Rhode Island College atau Doctor Honoris Causa dalam Sains pada tahun 1987.
Ayah Elkind adalah seorang operator mesin produksi di sebuah pabrik yang membuat mesin-mesin industri. Elkind teringat komplain ayahnya ketika insinyur yang mendisain bagian-bagian mesin tidak memahami sistem operasional mesin, atau justru terkadang mendisain sesuatu yang tidak dapat dihasilkan oleh mesin tersebut.  Kenangan ini terpatri dalam diri Elkind sehingga ia selalu mencoba untuk memikirkan hubungan atara teori dan praktis, yaitu bagaimana sebuah teori dapat dan memungkinkan untuk teraplikasikan.
David Elkind adalah penasehat ilmiah utama untuk “Just Say Baby” dan profesor emeritus Perkembangan Anak di Tufts University di Medford. Massachusetts. Elkind adalah mantan guru besar Psikologi, Psikiatri dan Pendidikan di University of Rochester.
Setelah meraih gelar Ph.D., Elkind menghabiskan waktu selama satu tahun sebagai asisten riset David Rappaport di Austen Riggs Center di Stockbridge, Massachusetts. Sejak 1964 hingga 1965 Elkind bekerja pada sebuah yayasan Science Foundation Senior Postdoctoral Fellow at Piaget’s Institut d’Epitemologie Genetique in Genewa, Switzerland. Penelitiannya ialah di bidang persepsi, perkembangan kognitif dan perkembangan sosial yang ia bangun dari penelitian dan teori Jean Piaget.
Piaget adalah seorang ahli dalam bidang biologi, Ia mempelajari dan meneliti tentang anak lebih dari 50 tahun. Ia selalu ingin tahu bagaimana anak membangun pengetahuan tentang dunia di sekelilingnya, dan teori perkembangan kognitifnya membawa pengaruh yang luar biasa dalam bidang psikologi. Hasil karya Elkind lebih banyak terwujud sebagai lanjutan penelitian dan teori Piaget. Penelitian Elkind lebih terarah pada perkembangan kognitif, perseptual, dan sosial anak dan masa remaja. Misalnya, penyebab dan akibat stress pada anak, remaja, dan keluarga. Elkind berusaha mengaplikasikan teori dan penelitian di kehidupan nyata, seperti psykoterapi, pengasuhan, dan pendidikan, Ia menggunakan pengalaman hidup yang sesungguhnya untuk memperkuat teori dan penelitiannya.
Elkind adalah anggota dari 10 organisasi profesional, dewan redaksi jurnal ilmiah, dan merupakan konsultan untuk departemen pendidikan negara serta badan-badan pemerintah dan yayasan swasta. Elkind kuliah secara ekstensif di Amerika Serikat, Kanada, dan luar negari. Elkind sering tampil di tayangan televisi seperti The Today Show, The Morning CBS News, Twnty Nightline, Donahue, dan Oprah Winfrey Show. Elkind juga merupakan mantan presiden asosiasi nasional untuk pendidikan anak muda.
Di antara posisi-posisi profesionalnya, sejak tahunn 1966 hingga 1978 Elkin dianugrahi gelar Profesor serta direktur dari Pelatihan Kesarjanaan Psikologi Perkembangan dari Departemen Psikologi di Universitas Rochester, New York. Ia juga dipercaya menjadi presiden National Association for the Education  of Young Children (asosiasi nasional untuk pendidikan anak, NAEYC), juga sekaligus menjabat presiden pengembnagan anak pada Universitas Tuft di  Medford, Massachusetts, tempat ia bergabung sejak 1978. asisten tuan rumah (co-host) dalam acara serial Televisi untuk segala usia Kid’s This Day. Ia memiliki tiga orang putra dan tinggal di Massachusetts.
B.    DASAR TEORI
Salah satu karya Elkind yang paling kontributif terhadap psikologi adalah karyanya pada bidang psikologi remaja yang menjelaskan deskripsi dari egosetris remaja (kesulitan dalam membedakan pekerjaan mental terhadap diri dan orang lain). Elkind memperhatikan bagaimana egosentrisme mempengaruhi pemikiran, kebiasaan, dan emosi remaja.
Penelitian yang dilakukan oleh Elkind lebih terfokus pada kognitif, perseptual, serta perkembangan sosial pada anak dan remaja, seperti sebab dan akibat dari stres pada anak, remaja, dan keluarga. Melalui seluruh hasil kerjanya, Elkind mencoba untuk mengaplikasikan teori dan penelitian ke arena dunia nyata, seperti halnya psykoterapi, parenting, dan pendidikan dan ia menggunakan pengalaman sehari-hari untuk mempertajam teori dan penelitiannya.
Piaget, sebenarnya adalah seorang ahli biologi, yang telah mempelajari dan mengobservasi anak selama lebih dari lima puluh tahun. Ia berusaha untuk mengerti bagaimana anak-anak membentuk pengetahuan tentang dunia disekitar mereka, dan teorinya tentang perkembangan kognitif secara extrim menjadi begitu berpengaruh dalam ilmu psikologi. Sebagian besar dari hasil kerja Elkind terlihat seolah duplikat, dibangun dari, dan lebih banyak hasil eksplorasi dari penelitian dan teori Piaget.
Menurut teori Piaget, kemampuan untuk memisahkan diri sendiri dari pemikiran diri dan lalu menganalisanya, sama halnya membuat konsep pemikiran orang lain hanya dikembangkan oleh remaja pada usia muda. Elkind menjelaskan tentang bagaimana awal masa remaja, yang dikarenakan mereka akan beranjak pada perubahan psikologis yang lebih besar, dimana mereka sering keasyikan dengan diri sendiri. Egosentris dari masa remaja terdapat dalam keyakinan mereka bahwa orang lain terlena oleh citra diri mereka sendiri sebagaimana mereka. Sebagai konsekuensinya, remaja mengantisipasi respon remaja lainnya dan memikirkan diri mereka sendiri, dan itu, dengan, secara berulang-ulang menciptakan atau seolah-olah memiliki pendengar imajiner.
Menurut Elkind, hal ini mungkin memainkan peranan dalam kesadaran-diri yang biasanya ditemukan pada remaja muda, seperti halnya pengalaman semua orang  pada periode yang sama dalam hidup. Elkind juga mengemukakan ide tentang perumpamaan diri sendiri, dimana remaja membentuk cerita dirinya sendiri, sebuah versi dari dari hidupnya sendiri yang tertekan dari keunikan dari perasaan dan pengalamannya. Walaupun, ide dari keunikan pribadi ini nampak pada orang yang kuat pendiriannya bahwa keremajaan tidak akan pernah mati. Elkind menekankan bagaimana ia menemukan konsep yang berguna ini untuk memahami dan menangani remaja yang bermasalah. Elkind meyakini bahwa egosentris remaja awal biasanya mulai berkurang pada usia 15 atau 16 tahun seiring dengan proses perkembangan kognitif.
Pada hasil kerjanya yang terbaru, Elkind merubah perhatiannnya pada metode pendidikan, dan bagaimana perubahan-perubahan dalam masyarakat dan keluarga mempengaruhi  anak, remaja dan unit keluarga lainya. Aspek lain yang difokuskan oleh Elkind juga pada faktor pengembangan pembelajaran dan kesehatan. Ia percaya bahwa anak-anak membutuhkan pengalaman yag bervariasi untuk dikembangkan secara sehat, dan juga penting bagi anak untuk benar-benar mempelajari sesuatu dan memahami banyak hal. Elkind berpendapat bahwa orang tua menekan anak-anak mereka untuk belajar sejak dini dan usia dini tidak membenarkan mereka untuk memperoleh pengalaman yang kaya  yang penting untuk menyerap serta mempelajari secara mendalam serta lebih bermakna.
Elkind, merupakan seorang pembicara dan penulis yang sangat dihormati. Ia telah menulis lebih dari 400 bab buku berserta artikel-artikel, dan beberapa cerita untuk anak-anak. Buku-bukunya yang banyak tersebut termasuk; Reinventing Childhood (1998), All grown up and no place to go (1998), serta Ties that stress: the New Famili Imbalance. (1994).
Sesuai dengan usahanya untuk mengaplikasikan penemuan penelitian dalam permasalahan praktis, ia telah mencoba untuk mengkomunikasikan pada masyarakat umum tentang bagaimana penelitiannya berhubungan dengan dunia pendidikan, usaha membesarkan anak melalui menulis artikel untuk dipublikasikan seperti dalam majalah Good Housekeeping. Sebagai tambahan ia seringkali tampil dalam acara televisi termasuk acara Oprah Winfrey Show, The To Day Show, and The CBS Morning News. Ia juga salah satu anggota editorial dari beberapa jurnal ilmiah ternama, diantaranya the journal of Youth and Adolance, Bulletin of Menniger Clinic, Education Digest, Journal of Science and Education, dan Montessori Life.
Sejalan dengan teori Piaget, yaitu kemampuan untuk memisahkan diri dari yang lain, seperti konsep berpikir dengan yang  lain hanya berkembang pada masa remaja. Elkind mendekripsikan tentang masa remaja, sebab mereka berada pada masa major psycological.
Perubahan-perubahan yang mengesankan dalam kognisi sosial menjadi ciri-ciri perkembangan remaja. Remaja mengembangkan suatu egosentrisme khusus. Pemikiran remaja bersifat egosentris menurut David Elkind (1976) yakni bahwa egosentrisme memiliki dua bagian ialah penonton khayalan dan dongeng pribadi. Beberapa ahli perkembangan menyatakan bahwa egosentrisme dapat menerangkan beberapa perilaku remaja yang nampaknya ceroboh, meliputi penggunaan obat-obatan, pemikiran-pemikiran bunuh diri, dan kegagalan menggunakan alat-alat kontrasepsi selama berhubungan seks (Dolcini, dkk,1989; Elkind, 1979).
C.    PROGRAM PEMBELAJARAN DAN IMPLEMENTASI
              Bermain sangat penting untuk perkembangan manusia secara positif, tetapi intensitas bermain anak pada masa sekarang ini relatif sedikit. Dewasa ini aktivitas bermain dirasa semakin cepat menghilang dari lingkungan rumah, sekolah, ataupun di lingkungan sekitar. Selama dua dekade terakhir, rata-rata anak telah kehilangan delapan jam bermain bebas. Lebih dari 30.000 sekolah di Amerika Serikat sangat membatasi waktu untuk beristirahat dan lebih banyak mengalokasikan waktu untuk pelajaran akademik.
              Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Sandra Hofferth di University of Maryland menyatakan bahwa sejak tahun 1997 hingga 2003 intensitas bermain anak di luar rumah berkurang hingga 50%. Hofferth juga menemukan bahwa jumlah rata-rata anak-anak yang menghabiskan waktunya untuk melakukan rekreasi pasif, tidak termasuk menonton televisi, telah meningkat dari 30 menit menjadi lebih dari 3 jam. Hal ini tidak terlalu mengherankan jika banyak anak-anak mengalami obesitas dan bahkan menganggapnya sebagai epidemi. Tetapi yang menjadi permasalahan adalah tidak sekedar obesitas saja.
              Penelitian menunjukkan bahwa bermain sangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan intelektual, dan pengembangan sosial emosional untuk segala usia. Pada bayi dan anak usia dini, bermain merupakan sebuah aktivitas belajar dalam mengenali warna dan bentuk, rasa dan suara serta berbagai aspek lain.
              Anak-anak Sekolah Dasar menggunakan bermain untuk belajar saling menghormati, persahabatan, kerjasama, dan persaingan. Untuk remaja, bermain merupakan cara untuk mengeksplorasi kemungkinan identitas, serta sebagai cara untuk mengeluarkan isi hati. Bahkan orang dewasa memiliki potensi untuk menyatukan bermain, cinta, dan bekerja, mencapai kegembiraan dan kepuasan.
              Penelitian lain menggambarkan pentingnya bermain fisik untuk pembelajaran dan perkembangan anak. Beberapa studi telah mereomendasikan tentang pentingya istirahat bagi anak. Seorang psikolog bernama Anthony Pellegrini dan rekan-rekannya telah menemukan bahwa anak-anak Sekolah Dasar menjadi semakin lalai dalam kelas saat waktu istirahatnya tertunda. Demikian pula penelitian yang dilakukan di Sekolah Dasar Perancis dan Kanada yang dilakukan selama 4 tahun menemukan bahwa aktivitas fisik secara teratur dapat berdampak positif pada kinerja akademis. Menghabiskan waktu sepertiga dari hari sekolah untuk melakukan aktivitas jasmani, seni, dan musik tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga meningkatkan sikap terhadap pembelajaran dan skor tes.
              Untuk mendukung proses belajar, maka ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan, yaitu:
1.         Anak-anak membutuhkan dukungan yang kuat untuk bermain dan kegiatan yang dipilih sendiri dengan tujuan untuk dapat bertahan dalam stres yang ada sekarang dalam lingkungan anak
2.         Anak tidak dapat dipersiapkan untuk menghadapi stres dengan mengalami lebih dulu pada awal kehidupan mereka.
3.         Akan jauh lebih sehat bagi anak-anak bila dalam kegiatan bermain dan dalam perkembangan anak tidak ada stres yang berarti.
4.         Elkind percaya bahwa anak-anak yang mempunyai pengalaman seperti yang tersebut di atas akan lebih baik dipersiapkan untuk mengatasi stres dalam kehidupan masa dewasa kelak.[1]












 DAFTAR PUSTAKA




[1] Makalah  Teori tokoh PAUD, Mata kuliah Perkembangan Anak 2, tahun 2010.

4 comments:

HADI ALHADI said...

Mantab kang.. :D

yaya sunaryo said...

Semoga bermanfaat Kang Alhadi, berbagi ilmu itu sedekah jariah.

Unknown said...

salam, saya Shabrina mahasiswa UNJ Jurusan Bahasa Indonesia yang sedang mengerjakan skripsi, dengan topik pemerolehan bahasa pada anak usia 2 dan 3 tahun. Apakah ada referensi yang bisa saya gunakan untuk menambah materi saya? terimakasih sebelumnya :)

yaya sunaryo said...

Maaf baru buka blog ba shabrina, insaAllah ada ba...bukunya ada juga janjian aja nanti di kampus dengan bang yaya...ini no hp bang yaya 081283246900. semoga dapat membantu.

Post a Comment