Dirjen PAUDNI:
warta September 5, 2013
SIMALUNGUN.
Dirjen PAUDNI Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog, menegaskan pendidik
pertama anak adalah ibu sehingga peranan ibu sangat menentukan berhasil
tidaknya anak di masa depan. “Untuk itu, jika memang ada Ibu yang
berkomitmen memilih pekerjaan di luar rumah, dan memilih orang lain untuk
pendidikan anaknya hendaknya lebih dulu mengutamakan kepentingan anak,” katanya
pada Seminar Penyelenggara PAUD di Parapat, Senin (26/08).
Caranya,
tambah Dirjen yang didampingi Direktur Pembinaan PAUD Dr. Erman Syamsudin dan
Bunda PAUD Kabupaten Simalungun Ny. Erunita JR Saragih, para ibu bisa
menyakinkan lebih dulu kesiapan anak baik secara fisik, sosial,maupun
kecerdasan emosinya. “Jadi sebelum dititipkan mereka sudah siap. Jangan
sampai anak lain siap sementara anak kita tidak. Jadi saya
harap jadikanlah kita sebagai Ibu yang bisa menjadi kebanggaan
anaknya,” kata Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog.
Selain
itu, bagi ibu yang bekerja di luar rumah memiliki multiperan sehingga bisa
lebih baik tapi lebih dulu memastikan kalau ibu memiliki keterampilan
menyelesaikan masalah sehingga tidak berantakan.
Dirjen
juga mengajak kepada para ibu yang bekerja di luar rumah harus bisa
menyelesaikan lebih dulu tugas-tugasnya di rumah. Jangan karena gaji lebih
besar dari suami, tugas itu diabaikan. “Kita tetap menyiapkan segala keperluan
suami karena harus ingat bahwa Indonesia itu adalah patrealistik,” tambah
Dirjen.
Hal
lain yang diperhatikan ibu adalah pada usia anak 0-6 tahun, jadikanlah anak
sebagai raja sehingga kita harus mengikuti semua keinginannya, jangan banyak
melarang terhadap anak Balita, karena masa usia itu adalah masa yang paling
indah. Tapi begitu usia anak 7-14 tahun, para ibu mulai menerapkan
aturan-aturan.“Semua aturan harus dibuat mulai dari ganti baju dan cuci kaki
kalau mau tidur, cuci tangan sebelum makan, gosok gigi dan lain-lain. Karena
usia itu masa kritis sehingga anak harus patuh terhadap aturan yang dibuat
kalau tidak, kelak anak akan tidak punya aturan,[1]


0 comments:
Post a Comment