Oleh: Sisca Nurul Fadila. Diambil dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan
Perkembangan
dan Pertumbuhan. Apa Perbedaannya?
Perkembangan
biasanya dibedakan dengan pertumbuhan. Namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertumbuhan mengacu pada
perubahan ukuran, sedangkan perkembangan meliputi perubahan kematangan tingkah
laku dan dari pola yang sederhana hingga kompleks.
Tumbuh berkaitan dengan perubahan ukuran atau perubahan
angka/nilai yang menunjukkan ukuran-ukuran tersebut. Jadi dapat disimpulkan
pertumbuhan adalah suatu perubahan kuantitatif misalnya pertumbuhan tinggi,
berat badan, dan lingkar kepala.
Istilah kembang berhubungan dengan dengan aspek
diferensiasi bentuk dan fungsi, termasuk perubahan emosi dan sosial. Sedangkan
perkembangan merupakan hal yang berkaitan dengan perubahan kualitatif dan
kuantitatif. Didefinisikan sebagai
deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren. Progresif diartikan
sebagai perubahan yang terarah, membimbing ke arah kemajuan. Teratur dan
koheren menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi
dan yang telah mendahului atau yang akan mengikutinya. Menurut pakar psikologi,
Dzulkifli (Psikologi Perkembangan, 2000), perkembangan merupakan suatu
perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan
pada segi material, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini
perkembangan dapat diartikan sebagai perkembangan dari fungsi- fungsi. Atau
dapat diartikan sebagai perubahan
manusia dari anak yang masih tergantung pada orang dewasa ke orang dewasa itu
sendiri (Angeles-Bautista, 1997).
Pertumbuhan anak dapat diamati dari pertambahan
tinggi badan, berat badan dan kondisi kesehatan sedangkan perkembangan terlihat
dari peningkatan keterampilan dan kemamapuan belajarnya dan peningkatan
kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Mengukur perkembangan anak tidak mudah, harus melalui
observasi atau pengamatan tiap hari. Banyak indikator yang harus dilihat pada
setiap tahap perkembangan.
Seorang manusia mengalami tumbuh kembang sejak ia dibuahi
sampai masa dewasa. Manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan sampai
meninggal selalu terjadi perubahan, baik dalam kemampuan fisik maupun
psikolologis. Begitu juga dengan seorang anak. Pertumbuhandan perkembangan yang
terjadi pada manusia mengalami masa pesat pada saat anak-anak yaitu usia 0 – 8
tahun atau yang disebut dengan anak usia dini, yaitu anak dari baru lahir ( 0
bulan ) sampai pada kelas 3 Sekolah Dasar (+8 tahun ). Oleh karena itu
Masa anak usia dini sering disebut dengan The
Golden Age atau Masa Keemasan. Pada
usia ini merupakan usia yang sangat menentukan khususnya dalam pengembangan
karakter dan kepribadian seorang anak.
SIAPAKAH ANAK?
Anak dilihat dari sudut pandang hukum adalah seorang yang belum berusia 18 tahun
(delapan belas), termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan jika
dilihat dari sudut pandang keilmuan anak adalah manusia kecil yang memiliki
pola tingkah laku dan karakteristik yang unik. Anak usia dini adalah anak yang
berada pada rentang usia 0 – 8 tahun.
Usia dini merupakan usia
yang sangat penting bagi perkembangan anak sehingga disebut golden age. Perkembangan anak usia
dini sebenarnya dimulai sejak pranatal ( sebelum lahir) / dalam kandungan. Pada
saat itu, perkembangan otak sebagai pusat kecerdasan terjadi sangat pesat.
Setelah lahir, sel-sel otak mengalami mielinasi dan membentuk jalinan yang
kompleks (embassy) sehingga nantinya anak bisa berfikir logis
dan rasional. Selain otak, organ sensoris seperti pendengar, penglihatan,
penciuman, pengecap, perabaan, dan organ keseimbangan juga berkembang pesat
(Black, J. et all.,1995; Gesell, A.L. & Ames, F., 1940). Sedikit demi
sedikit anak dapat menyerap informasi dari lingkungannya melalui organ sensoris
dan memprosesnya menggunakan otaknya. Perkembangan ini demikian pentingnya
sehingga mendapat perhatian yang cukup luas dari para pakar
psikologi/pendidikan, yang menyatakan bahwa pendidikan untuk anak usia dini
harus disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsip tersebut
dinamakan praktek-praktek yang sesuai dengan perkembangan anak
Apa saja tahapan perkembangan anak?
Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi
pada usia anak, yaitu pada masa:
- Bayi / Infant (o-1 tahun)
- Batita / Toddler (2 -3 tahun )
- Pre School / Pra Sekolah / Balita (3 -5 Tahun)
- Elementary School / Sekolah Dasar (6 -Tahun)
Perubahan
yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek berikut:
- fisik (motorik)
- emosi
- kognitif
- psikososial
Aspek-aspek perkembangan anak
- Perkembangan Fisik (Motorik).Perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
- Perkembangan motorik kasar. Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.
- Perkembangan motorik halus. Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus.
- Perkembangan Emosi. Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai; merasa nyaman, berani, gembira, takut, dan marah; serta bentuk-bentuk emosi lainnya. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya. .Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi.
- Perkembangan Kognitif. Pada aspek koginitif, perkembangan anak nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa (bahasa lisan maupun isyarat), memahami kata, dan berbicara.
4.
Perkembangan Psikososial. Aspek psikososial
berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya.
Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman
sebayanya.
Perkembangan Anak dari Tahap ke Tahap
Perkembangan yang terjadi pada anak usia dini meliputi
perkembangan fisik, kognitif (intelektual) dan sosioemosional (afektif).
Setiap anak akan mengalami proses tumbuh
kembang dengan cara yang sama, melalui urutan tahapan yang sama walaupun
masing-masing individu menjalaninya dengan kegiatan yang berbeda sesuai dengan
kemampuannya. Atau dengan kata lain poerkembangan tiap anak mempunyai ritme
tersendiri. Tidak ada satu anak yang sama dengan anak yang lain karena itu
setiap anak adalah pribadi yang unik.Setiap anak akan memiliki kekhasannya
sendiri termasuk dalam menjalani proses tumbuh kembang. Peran Orang tua dan
orang dewasa di sekitar anak adalah membantu / memfasilitasi anak untuk
mencapai perkembangannya sendiri. Bukan dengan intervensi / tekanan namun
dengan kasih sayang.
Pada masa usia dini perkembangan mental, yaitu perkembangan inteligensi,
kepribadian dan tingkah laku sosial berkembang sangat pesat. Separo dari
perkembangan intelektual anak berlangsung sebelum anak berusia 4 tahun. Karena
perkembangan otak manusia mencapai 80% pada usia 4 tahun.
Sejak lahir hingga usia kurang lebih dua tahun
perkembangan anak sangat berkaitan dengan keadaan fisik dan kesehatannya. Pada
usia ini kebutuhan akan perlindungan orang dewasa sangat besar. Perkembangan
kemampuannya, terutama motorik, sangat pesat. Perbedaannya sangat terlihat
walau hanya dalam dua atau tiga bulan saja. Dilihat dari perkembangan fisiknya,
pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan yang luar biasa. Menuurut
Jean Piaget anak usia 0-18 bulan merupakan tahap sensor motorik yaitu menggigit, menggemgam, berguling, merangkak,
dan lain-lain. Dilihat dari perkembangan emosi, saat berumur 0-2 tahun anak
siap melakukan kontak sosial dengan lingkungannya. Setelah itu akan berkembang
emosinya yang didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukannya. Jika
dilihat dari perkembangan keceradasanya, saat masih bayi (0-2 tahun) anak
bergantung pada kemampuan panca inderanya seperti melihat, mengamati,
mendengar, dan meraba.
Beberapa karakteristik anak usia bayi (0-1 Tahun)antara
lain:
a) Mempelajari keterampilan motorik mulai dari
berguling,merangkak,duduk,berdiri,dan
berjalan
b) Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera,seperti melihat,atau mengamati
meraba,mendengar,mencium,dan mengecap dengan memasukan setiap benda kemulut.
c) Mempelajari komunikasi sosial
berjalan
b) Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera,seperti melihat,atau mengamati
meraba,mendengar,mencium,dan mengecap dengan memasukan setiap benda kemulut.
c) Mempelajari komunikasi sosial
Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2-3
tahun,antara lain:
a) Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya
a) Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya
b) Anak mulai
mengembangkan kemampuan berbahasa
c) Anak mulai belajar mengembangkan emosi
Pada usia tiga
sampai lima tahun perkembangan lebih pada pencapaian kemandirian dan
sosialisasi. Tahap-tahap ini sangat penting untuk kehidupan selanjutnya. Pada
usia ini anak mulai mampu menerima keterampilan dan pelajaran sebagai dasar
pembentukan proses berpikir dan pembentukan pengetahuan. Pada usia ini
perkembangan motorik, bahasa, kreativitas, sosial, moral, dan emosionalnya
mulai terbentuk dan cenderung menetap sampai usia dewasa. Saat berumur 2-3
tahun anak mulai mengobservasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Anak belajar
dari benda – benda yang ada di sekitarnya. Anak juga mulai mengembangkan
kemampuan bahasanya. Pada usia 2-7 tahun merupakan tahap pra oprasional yaitu aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini
bermanfaat untuk pengembangan otot-otot kecil dan otot besarnya. Pra Oprasional
artinnya anakbelajar dari benda yang kongkret, nyata. Dimana anak bisa melihat,
meraba, mencium, mendengar benda tersebut secara nyata. Pada usia 4-6 tahun,
daya pikirnya berkembang sangat pesat ini ditinjukkan dengan rasa ingin tahu
yang besar seperti banyak bertanya.Karena materi belajar anak usia dini masih
bergantung pada inderanya. Beberapa karakter yang menunjul pada masa ini adala
:
a) Berkaitan dengan perkembangan fisik,anak sangat aktif
melakukan berbagai kegiatan
b) Perkembangan bahasa juga semakin baik
c) Perkembangan kognitif (daya fikir) sangat
pesat,ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap
lingkungan sekitar
d) Bentuk permainan anak masih bersifat individu,bukan
permainan sosial
Pada umur enam sampai delapan tahun anak sudah mengenal dunia luar, dia mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orang tuanya. Emosi anak juga sudah terbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian si anak. Anak sudah mampu berpikir dan menganalisa sebuah kejadian atau benda. Berikut beberapa karakteristik yang menonjol pada anak usia 6-8 tahun:
Pada umur enam sampai delapan tahun anak sudah mengenal dunia luar, dia mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orang tuanya. Emosi anak juga sudah terbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian si anak. Anak sudah mampu berpikir dan menganalisa sebuah kejadian atau benda. Berikut beberapa karakteristik yang menonjol pada anak usia 6-8 tahun:
a) Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang
cepat
b) Perkembangan sosial,anak mulia ingin melepaskan diri
dari otoritas orangtuanya
c) Anak mulai menyukai permainan sosial
d) Perkembangan emosi
Prinsip Perkembangan Anak
- Anak akan belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan nyaman dalam lingkungannya
- Anak belajar terus-menerus dimulai dari membangun pemahaman tentang sesuatu, mengeksplorasi lingkungan, menemukan kembali sesuatu konsep, hingga mampu membuat sesuatu yang berharga
- Anank belajar melalui interaksi sosial, baik dengan orang dewasa maupun dengan teman sebaya
- Minat dan ketekunan anak akan memotivasi belajar naik
- Perekembangan dan gaya belajar anak harus dipertimbangkan sebagai perbedaan individu
- Anak belajar dari hal-hal yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang konkret ke abstrak, dari yang berupa gerakan ke bahasa verbal, dan dari diri sendiri ke interaksi dengan orang lain
Bagaimana Anak Belajar
Disadari atau tidak anak adalah seorang pembelajar yang
aktif. Anak akan menyerap semua informasi yang datang padanya baik yang sengaja
diberikan oleh orang disekitar anak maupun yang tidak sengaja datang ke anak.
lalu bagaimana orang tua dan guru mengetahui kapan saat yang tepat untuk anak
memperlajari suatu hal yang baru dan bagaimana cara membantu anak dalam
perkembangannya. Menurut Hurlock (1978), seorang anak akan dapat belajar dengan
baik dan menyerap informasi yangd atang padanya jika anak tersebut suda siap
untuk menerimanya. Hurlock juga
menyebutkan adanya tiga patokan yang dapat membantu menentukan kesiapan anak
untuk belajar sesuatu, yaitu:
- Adanya perhatian terhadap sesuatu yang dipelajari.
- Minat yang berjalan terus dan menjadi semakin kuat.
- Hasil dari kegiatannya harus lebih baik karena belajar.
Dalam membantu anak untuk mempelajari kemampuan baru
oarang tua dan guru juga harus memperhatikan perkembangan anak. Sehingga
pembelajaran yang diberikan sesuai untuk anak. Berikut prinsip-prinsip
perkembangan yang dapat dijadikan pegangan dalam pembelajaran dengan memperhatikan
perkembangan anak:
- Aspek dalam perkembangan anak –fisik, sosial, emosi, kognitif- berhubungan satu sama lain. Perkembangan pada satu aspek akan mempengaruhi perkembangan pada aspek yang lain.
- Perkembangan anak muncul pada tahapan yang secara relatif berurutan, di mana kemampuan, keterampilan dan pengetahuan yang datang kemudian dibangun oleh kemampuan, keterampilan dan pengetahuan sebelumnya.
- Proses perkembangan bervariasi pada setiap anak dan aspek. Tiap anak adalah pribadi yang unik dengan pola dan waktu perkembangan masing-masing. Juga berbeda perkembangannya karena memiliki kepribadian, temperamen, cara belajar, latar belakang keluarga, dan pengalaman yang berbeda.
- Pengalaman dini memiliki efek yang kumulatif, baik positif maupun negatif, pada setiap anak. Jika pengalaman terjadi terus menerus maka akan menimbulkan efek yang sangat besar dan membekas seperti bola salju. Misalnya: pengalaman bergaul anak di TK akan menimbulkan pengalaman sosial dengan teman sebaya yang akan terus tumbuh sampai dewasa.
- Perkembangan dan pendidikan muncul dan dipengaruhi oleh beragam konteks sosial dan budaya.
- Anak adalah pembelajar aktif yang membawa pengalaman sosial, fisik dan budayanya sebagai bahan pengetahuan untuk mengkonstruksi pemahaman tentang dunia sekitar.
- Perkembangan dan pendidikan dihasilkan dari interaksi antara kematangan biologis dan lingkungan, termasuk dunia sosial dan fisiknya.
- Bermain adalah kendaraan yang sangat penting untuk mencapai perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak, serta merupakan refleksi dari perkembangannya.
- Perkembangan akan dicapai oleh anak jika mereka memiliki kesempatan untuk berlatih ketrampilan baru dan berpengalaman dengan tantangan yang teraih, yaitu tantangan yang masih dalam tingkat dapat dikuasainya.
- Cara penggambaran dari apa yang telah diketahui dan dipelajari oleh anak satu sama lain akan berbeda.
- Anak akan belajar dengan baik dalam perasaan aman dan dihargai, serta terpenuhi kebutuhan fisiknya.
Apa
Manfaat Mengetahu Perkembangan Anak
Pendidiakn Anak Usia Dini
selain penting untuk anaknya sendiri juga penting untuk para orang tua. Hal ini dimaksudkan agar orang tua dapat membimbing dan
mengarahkan anak dengan benar. Banyak orang yang mengatakan untuk mendidik anak
tidak memerlukan pendidikan, karena ini merupakan naluri seorang ibu untuk
mendidik anaknya. Permyataan tersebut adalah salah.
Jika orang tua atau pendidik mengetahui tahapan-tahapan
perkembangan anak dan bagaimana cara mendidik anak dengan benar maka orang tu
dan pendidik akan memberikan pendidikan yang sesuai dengan tahapanya. Sehingga
orang tua atau pendidik dapat mempersiapkan anak yang berkualitas.
Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orangtua
dan pendidik bisa merancang dan memberikan rangsangan serta latihan agar
keempat aspek tersebut berkembang secara seimbang.
Rangsangan
atau latihan tidak bisa terfokus hanya pada satu atau sebagian aspek. Tentunya,
rangsangan dan latihan tersebut diberikan dengan tetap memerhatikan kesiapan
anak, bukan dengan paksaan.
Ada
banyak hal yang dapat diperoleh oleh orang tua atau pendidik dengan memahami
karakteristik anak, yaitu:
v
Mengetahui
hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, yang bermanfaat bagi perkembangannya.
v
Mengetahui
tahapan-tahapan perkembangan anak, sehingga dapat memberuikan stimulus yang
tepat untuk anak.
v
Mengetahui
bagaimana membimbingb proses belajar anak sesuai dengan kebutuhannya.
v
Mampu
mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan kemampuannya.
Beberapa
prinsip yang harus diperhatikan oleh orang tua atau pendidik dalam menerapkan
pendidikan untuk anak, yaitu:
v
Berpusat
pada anak. Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak,
bukan berdasarkan keiginan dan kemampuan pendidiknya. Dalam menerapkan metode
pembelajaran anak diberi kesempatan untuk terlibat secara aktis baik fisik
maupun mental.
v Partisipasi aktif. Artinya penerapan metode belajara
ditujikan untuk membangkitkananak untuk turut berpartisipasi dalam proses
belajar.anak harus dijadikan sebagai sunyek bukan obyek belajar. Sehingga anak
sebagai pelaku utama dalam proses belajar mengajar, sedangkan pendidik sebagai
pelayan dan pendamping utama. Untyuk membimbing anak menyalurkan
kearivitasnya.
v Kegiatan
belajar harus menyeluruh dan terpadu, terkait bidang yang satu dengan
bidangyang lain.
v Fleksibel.
Artinya metode belajar yang diterapkan tidak bersrtruktur sehingga ank belajar
dengan cara yang ia suka bukan dengan cara yang pendidik suka, sehingga seorang
pendidik harus kreatif dalam meberiakn pengajaran kepada anak usioa dini.
v
Perbedaan
individual. Artinya tidak ada satu anakpun yang memiliki kesamaan.
Sehinggapendidik memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas
belajar sesuai dengan minat anak.
Jika perkembangan anak luput dari perhatian orangtua dan pendidik (tanpa arahan dan pendampingan orangtua), maka
anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. Oleh
karena itu sebagai seorang pendidik dan orang tua sudah tugas kita untuk
memberikan pembelajaran yang terbaik untuk anak-anak karena mereka adalah masa
depan bangsa. Sebab, proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan
mereka pada masa mendatang. [1]
[1] Makalah
Perkembangan disampaikan pada kegiatan pelatihan pendidik PAUD Non Formal tgl,
10 Juni 2011.


0 comments:
Post a Comment