Saturday, 5 December 2015

Perkembangan Anak



Oleh: Sisca Nurul Fadila. Diambil dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan

 

Perkembangan dan Pertumbuhan. Apa Perbedaannya?

Perkembangan biasanya dibedakan dengan pertumbuhan. Namun tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pertumbuhan mengacu pada perubahan ukuran, sedangkan perkembangan meliputi perubahan kematangan tingkah laku dan dari pola yang sederhana hingga kompleks.
            Tumbuh berkaitan dengan perubahan ukuran atau perubahan angka/nilai yang menunjukkan ukuran-ukuran tersebut. Jadi dapat disimpulkan pertumbuhan adalah suatu perubahan kuantitatif misalnya pertumbuhan tinggi, berat badan, dan lingkar kepala.
            Istilah kembang berhubungan dengan dengan aspek diferensiasi bentuk dan fungsi, termasuk perubahan emosi dan sosial. Sedangkan perkembangan merupakan hal yang berkaitan dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif. Didefinisikan sebagai deretan progresif dari perubahan yang teratur dan koheren. Progresif diartikan sebagai perubahan yang terarah, membimbing ke arah kemajuan. Teratur dan koheren menunjukkan adanya hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan yang telah mendahului atau yang akan mengikutinya. Menurut pakar psikologi, Dzulkifli (Psikologi Perkembangan, 2000), perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak bersifat kuantitatif melainkan kualitatif. Perkembangan tidak ditekankan pada segi material, melainkan pada segi fungsional. Dari uraian ini perkembangan dapat diartikan sebagai perkembangan dari fungsi- fungsi. Atau dapat diartikan sebagai perubahan manusia dari anak yang masih tergantung pada orang dewasa ke orang dewasa itu sendiri (Angeles-Bautista, 1997).
Pertumbuhan anak dapat diamati dari pertambahan tinggi badan, berat badan dan kondisi kesehatan sedangkan perkembangan terlihat dari peningkatan keterampilan dan kemamapuan belajarnya dan peningkatan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Mengukur perkembangan anak tidak mudah, harus melalui observasi atau pengamatan tiap hari. Banyak indikator yang harus dilihat pada setiap tahap perkembangan.
            Seorang manusia mengalami tumbuh kembang sejak ia dibuahi sampai masa dewasa. Manusia tidak pernah statis. Semenjak pembuahan sampai meninggal selalu terjadi perubahan, baik dalam kemampuan fisik maupun psikolologis. Begitu juga dengan seorang anak. Pertumbuhandan perkembangan yang terjadi pada manusia mengalami masa pesat pada saat anak-anak yaitu usia 0 – 8 tahun atau yang disebut dengan anak usia dini, yaitu anak dari baru lahir ( 0 bulan ) sampai pada kelas 3 Sekolah Dasar (+8 tahun ). Oleh karena itu Masa anak usia dini sering disebut dengan The Golden Age atau Masa Keemasan. Pada usia ini merupakan usia yang sangat menentukan khususnya dalam pengembangan karakter dan kepribadian seorang anak.

SIAPAKAH ANAK?
            Anak dilihat dari sudut pandang hukum  adalah seorang yang belum berusia 18 tahun (delapan belas), termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang keilmuan anak adalah manusia kecil yang memiliki pola tingkah laku dan karakteristik yang unik. Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 8 tahun.
Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak sehingga disebut golden age. Perkembangan anak usia dini sebenarnya dimulai sejak pranatal ( sebelum lahir) / dalam kandungan. Pada saat itu, perkembangan otak sebagai pusat kecerdasan terjadi sangat pesat. Setelah lahir, sel-sel otak mengalami mielinasi dan membentuk jalinan yang kompleks (embassy) sehingga nantinya anak bisa berfikir logis dan rasional. Selain otak, organ sensoris seperti pendengar, penglihatan, penciuman, pengecap, perabaan, dan organ keseimbangan juga berkembang pesat (Black, J. et all.,1995; Gesell, A.L. & Ames, F., 1940). Sedikit demi sedikit anak dapat menyerap informasi dari lingkungannya melalui organ sensoris dan memprosesnya menggunakan otaknya. Perkembangan ini demikian pentingnya sehingga mendapat perhatian yang cukup luas dari para pakar psikologi/pendidikan, yang menyatakan bahwa pendidikan untuk anak usia dini harus disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Prinsip tersebut dinamakan praktek-praktek yang sesuai dengan perkembangan anak

Apa saja tahapan perkembangan anak?

Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak, yaitu pada masa:
  • Bayi / Infant (o-1 tahun)
  • Batita / Toddler (2 -3 tahun )
  • Pre School / Pra Sekolah / Balita (3 -5 Tahun)
  • Elementary School / Sekolah Dasar (6 -Tahun)
Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek berikut:
  • fisik (motorik)
  • emosi
  • kognitif
  • psikososial

Aspek-aspek perkembangan anak

  1. Perkembangan Fisik (Motorik).Perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
    • Perkembangan motorik kasar. Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh. Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.
    • Perkembangan motorik halus. Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu. Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus.
  2. Perkembangan Emosi. Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai; merasa nyaman, berani, gembira, takut, dan marah; serta bentuk-bentuk emosi lainnya. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya. .Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi.
  3. Perkembangan Kognitif. Pada aspek koginitif, perkembangan anak nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa (bahasa lisan maupun isyarat), memahami kata, dan berbicara.
4.  Perkembangan Psikososial. Aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Perkembangan Anak dari Tahap ke Tahap
            Perkembangan yang terjadi pada anak usia dini meliputi perkembangan fisik, kognitif (intelektual) dan sosioemosional (afektif). Setiap  anak akan mengalami proses tumbuh kembang dengan cara yang sama, melalui urutan tahapan yang sama walaupun masing-masing individu menjalaninya dengan kegiatan yang berbeda sesuai dengan kemampuannya. Atau dengan kata lain poerkembangan tiap anak mempunyai ritme tersendiri. Tidak ada satu anak yang sama dengan anak yang lain karena itu setiap anak adalah pribadi yang unik.Setiap anak akan memiliki kekhasannya sendiri termasuk dalam menjalani proses tumbuh kembang. Peran Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak adalah membantu / memfasilitasi anak untuk mencapai perkembangannya sendiri. Bukan dengan intervensi / tekanan namun dengan kasih sayang.
Pada masa usia dini perkembangan mental, yaitu perkembangan inteligensi, kepribadian dan tingkah laku sosial berkembang sangat pesat. Separo dari perkembangan intelektual anak berlangsung sebelum anak berusia 4 tahun. Karena perkembangan otak manusia mencapai 80% pada usia 4 tahun.
            Sejak lahir hingga usia kurang lebih dua tahun perkembangan anak sangat berkaitan dengan keadaan fisik dan kesehatannya. Pada usia ini kebutuhan akan perlindungan orang dewasa sangat besar. Perkembangan kemampuannya, terutama motorik, sangat pesat. Perbedaannya sangat terlihat walau hanya dalam dua atau tiga bulan saja. Dilihat dari perkembangan fisiknya, pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan yang luar biasa. Menuurut Jean Piaget anak usia 0-18 bulan merupakan tahap sensor motorik yaitu menggigit, menggemgam, berguling, merangkak, dan lain-lain. Dilihat dari perkembangan emosi, saat berumur 0-2 tahun anak siap melakukan kontak sosial dengan lingkungannya. Setelah itu akan berkembang emosinya yang didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukannya. Jika dilihat dari perkembangan keceradasanya, saat masih bayi (0-2 tahun) anak bergantung pada kemampuan panca inderanya seperti melihat, mengamati, mendengar, dan meraba.
Beberapa karakteristik anak usia bayi (0-1 Tahun)antara lain:
a) Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling,merangkak,duduk,berdiri,dan
berjalan
b) Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera,seperti melihat,atau mengamati
meraba,mendengar,mencium,dan mengecap dengan memasukan setiap benda kemulut.
c) Mempelajari komunikasi sosial
Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2-3 tahun,antara lain:
a) Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada disekitarnya
 b) Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa
c) Anak mulai belajar mengembangkan emosi
Pada usia tiga sampai lima tahun perkembangan lebih pada pencapaian kemandirian dan sosialisasi. Tahap-tahap ini sangat penting untuk kehidupan selanjutnya. Pada usia ini anak mulai mampu menerima keterampilan dan pelajaran sebagai dasar pembentukan proses berpikir dan pembentukan pengetahuan. Pada usia ini perkembangan motorik, bahasa, kreativitas, sosial, moral, dan emosionalnya mulai terbentuk dan cenderung menetap sampai usia dewasa. Saat berumur 2-3 tahun anak mulai mengobservasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Anak belajar dari benda – benda yang ada di sekitarnya. Anak juga mulai mengembangkan kemampuan bahasanya. Pada usia 2-7 tahun merupakan tahap pra oprasional yaitu aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk pengembangan otot-otot kecil dan otot besarnya. Pra Oprasional artinnya anakbelajar dari benda yang kongkret, nyata. Dimana anak bisa melihat, meraba, mencium, mendengar benda tersebut secara nyata. Pada usia 4-6 tahun, daya pikirnya berkembang sangat pesat ini ditinjukkan dengan rasa ingin tahu yang besar seperti banyak bertanya.Karena materi belajar anak usia dini masih bergantung pada inderanya. Beberapa karakter yang menunjul pada masa ini adala :
a) Berkaitan dengan perkembangan fisik,anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan
b) Perkembangan bahasa juga semakin baik
c) Perkembangan kognitif (daya fikir) sangat pesat,ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar
d) Bentuk permainan anak masih bersifat individu,bukan permainan sosial
Pada umur enam sampai delapan tahun anak sudah mengenal dunia luar, dia mulai ingin melepaskan diri dari otoritas orang tuanya. Emosi anak juga sudah terbentuk dan tampak sebagai bagian dari kepribadian si anak. Anak sudah mampu berpikir dan menganalisa sebuah kejadian atau benda. Berikut beberapa karakteristik yang menonjol pada anak usia 6-8 tahun:
a) Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat
b) Perkembangan sosial,anak mulia ingin melepaskan diri dari otoritas orangtuanya
c) Anak mulai menyukai permainan sosial
d) Perkembangan emosi
Prinsip Perkembangan Anak
  1. Anak akan belajar dengan baik apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan nyaman dalam lingkungannya
  2. Anak belajar terus-menerus dimulai dari membangun pemahaman tentang sesuatu, mengeksplorasi lingkungan, menemukan kembali sesuatu konsep, hingga mampu membuat sesuatu yang berharga
  3. Anank belajar melalui interaksi sosial, baik dengan orang dewasa maupun dengan teman sebaya
  4. Minat dan ketekunan anak akan memotivasi belajar naik
  5. Perekembangan dan gaya belajar anak harus dipertimbangkan sebagai perbedaan individu
  6. Anak belajar dari hal-hal yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang konkret ke abstrak, dari yang berupa gerakan ke bahasa verbal, dan dari diri sendiri ke interaksi dengan orang lain
Bagaimana Anak Belajar
            Disadari atau tidak anak adalah seorang pembelajar yang aktif. Anak akan menyerap semua informasi yang datang padanya baik yang sengaja diberikan oleh orang disekitar anak maupun yang tidak sengaja datang ke anak. lalu bagaimana orang tua dan guru mengetahui kapan saat yang tepat untuk anak memperlajari suatu hal yang baru dan bagaimana cara membantu anak dalam perkembangannya. Menurut Hurlock (1978), seorang anak akan dapat belajar dengan baik dan menyerap informasi yangd atang padanya jika anak tersebut suda siap untuk menerimanya. Hurlock juga menyebutkan adanya tiga patokan yang dapat membantu menentukan kesiapan anak untuk belajar sesuatu, yaitu:
  1. Adanya perhatian terhadap sesuatu yang dipelajari.
  2. Minat yang berjalan terus dan menjadi semakin kuat.
  3. Hasil dari kegiatannya harus lebih baik karena belajar.

Dalam membantu anak untuk mempelajari kemampuan baru oarang tua dan guru juga harus memperhatikan perkembangan anak. Sehingga pembelajaran yang diberikan sesuai untuk anak. Berikut prinsip-prinsip perkembangan yang dapat dijadikan pegangan dalam pembelajaran dengan memperhatikan perkembangan anak:
  • Aspek dalam perkembangan anak –fisik, sosial, emosi, kognitif- berhubungan satu sama lain. Perkembangan pada satu aspek akan mempengaruhi perkembangan pada aspek yang lain.
  • Perkembangan anak muncul pada tahapan yang secara relatif berurutan, di mana kemampuan, keterampilan dan pengetahuan yang datang kemudian dibangun oleh kemampuan, keterampilan dan pengetahuan sebelumnya.
  • Proses perkembangan bervariasi pada setiap anak dan aspek. Tiap anak adalah pribadi yang unik dengan pola dan waktu perkembangan masing-masing. Juga berbeda perkembangannya karena memiliki kepribadian, temperamen, cara belajar, latar belakang keluarga, dan pengalaman yang berbeda.
  • Pengalaman dini memiliki efek yang kumulatif, baik positif maupun negatif, pada setiap anak. Jika pengalaman terjadi terus menerus maka akan menimbulkan efek yang sangat besar dan membekas seperti bola salju. Misalnya: pengalaman bergaul anak di TK akan menimbulkan pengalaman sosial dengan teman sebaya yang akan terus tumbuh sampai dewasa.
  • Perkembangan dan pendidikan muncul dan dipengaruhi oleh beragam konteks sosial dan budaya.
  • Anak adalah pembelajar aktif yang membawa pengalaman sosial, fisik dan budayanya sebagai bahan pengetahuan untuk mengkonstruksi pemahaman tentang dunia sekitar.
  • Perkembangan dan pendidikan dihasilkan dari interaksi antara kematangan biologis dan lingkungan, termasuk dunia sosial dan fisiknya.
  • Bermain adalah kendaraan yang sangat penting untuk mencapai perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak, serta merupakan refleksi dari perkembangannya.
  • Perkembangan akan dicapai oleh anak jika mereka memiliki kesempatan untuk berlatih ketrampilan baru dan berpengalaman dengan tantangan yang teraih, yaitu tantangan yang masih dalam tingkat dapat dikuasainya.
  • Cara penggambaran dari apa yang telah diketahui dan dipelajari oleh anak satu sama lain akan berbeda.
  • Anak akan belajar dengan baik dalam perasaan aman dan dihargai, serta terpenuhi kebutuhan fisiknya.




Apa Manfaat Mengetahu Perkembangan Anak
Pendidiakn Anak Usia Dini selain penting untuk anaknya sendiri juga penting untuk para orang tua. Hal ini dimaksudkan agar orang tua dapat membimbing dan mengarahkan anak dengan benar. Banyak orang yang mengatakan untuk mendidik anak tidak memerlukan pendidikan, karena ini merupakan naluri seorang ibu untuk mendidik anaknya. Permyataan tersebut adalah salah.
Jika orang tua atau pendidik mengetahui tahapan-tahapan perkembangan anak dan bagaimana cara mendidik anak dengan benar maka orang tu dan pendidik akan memberikan pendidikan yang sesuai dengan tahapanya. Sehingga orang tua atau pendidik dapat mempersiapkan anak yang berkualitas.
Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orangtua dan pendidik bisa merancang dan memberikan rangsangan serta latihan agar keempat aspek tersebut berkembang secara seimbang.
Rangsangan atau latihan tidak bisa terfokus hanya pada satu atau sebagian aspek. Tentunya, rangsangan dan latihan tersebut diberikan dengan tetap memerhatikan kesiapan anak, bukan dengan paksaan.
Ada banyak hal yang dapat diperoleh oleh orang tua atau pendidik dengan memahami karakteristik anak, yaitu:
v  Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak, yang bermanfaat bagi perkembangannya.
v  Mengetahui tahapan-tahapan perkembangan anak, sehingga dapat memberuikan stimulus yang tepat untuk anak.
v  Mengetahui bagaimana membimbingb proses belajar anak sesuai dengan kebutuhannya.
v  Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan kemampuannya.
            Beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh orang tua atau pendidik dalam menerapkan pendidikan untuk anak, yaitu:
v  Berpusat pada anak. Artinya penerapan metode berdasarkan kebutuhan dan kondisi anak, bukan berdasarkan keiginan dan kemampuan pendidiknya. Dalam menerapkan metode pembelajaran anak diberi kesempatan untuk terlibat secara aktis baik fisik maupun mental.
v  Partisipasi aktif. Artinya penerapan metode belajara ditujikan untuk membangkitkananak untuk turut berpartisipasi dalam proses belajar.anak harus dijadikan sebagai sunyek bukan obyek belajar. Sehingga anak sebagai pelaku utama dalam proses belajar mengajar, sedangkan pendidik sebagai pelayan dan pendamping utama. Untyuk membimbing anak menyalurkan kearivitasnya.
v  Kegiatan belajar harus menyeluruh dan terpadu, terkait bidang yang satu dengan bidangyang lain.
v  Fleksibel. Artinya metode belajar yang diterapkan tidak bersrtruktur sehingga ank belajar dengan cara yang ia suka bukan dengan cara yang pendidik suka, sehingga seorang pendidik harus kreatif dalam meberiakn pengajaran kepada anak usioa dini.
v  Perbedaan individual. Artinya tidak ada satu anakpun yang memiliki kesamaan. Sehinggapendidik memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas belajar sesuai dengan minat anak.
Jika perkembangan anak luput dari perhatian orangtua dan pendidik  (tanpa arahan dan pendampingan orangtua), maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik dan orang tua sudah tugas kita untuk memberikan pembelajaran yang terbaik untuk anak-anak karena mereka adalah masa depan bangsa. Sebab, proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang. [1]


[1] Makalah Perkembangan disampaikan pada kegiatan pelatihan pendidik PAUD Non Formal tgl, 10 Juni 2011.

0 comments:

Post a Comment