Saturday, 26 December 2015

Komunikasi Positif pada PAUD



KOMUNIKASI POSITIF PENDIDIK PAUD DALAM PEMBELAJARAN BAHASA  ANAK USIA DINI

Pada usia 2-6 tahun, tahapan perkembangan anak termasuk pada fase pre-operasional konkrit (Elizabeth Hurlock, 1996). Oleh karena itu, dalam setiap aktivitas pembelajaran dan proses komunikasi dengan anak usia dini, pendidik dituntut untuk selalu menggunakan kalimat-kalimat efektif. Pendidik harus bisa menggunakan bahasa/kata-kata positif ketika berinteraksi dengan anak. Anak adalah makhluk individu yang berada dalam lingkungan sosial.
 Perkembangan anak dari bayi sampai dewasa merupakan proses interaksi dengan lingkungannya.  Anak sebagai makhluk adaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya (meleong, 2004).
TABEL 1. KALIMAT DENGAN MENGGUNAKAN KATA-KATA “JANGAN
Kata-kata negatif
Jangan berkelahi
Jangan dekat-dekat api
Jangan berlari
Jangan direbut
Jangan berteriak-teriak!
Jangan  lempar mainan!
Jangan memukul teman!
Jangan ditumpahkan
Jangan diinjak!
Jangan malas!
Jangan terlambat!
jangan buang sampah!
jangan berebut!
Jangan coret-coret

Kata-kata negatif
Jangan naik!
Jangan menangis!
Jangan bermain disiitu
Jangan duduk
Jangan lewat di situ
Jangan menyontek
Jangan keras-keras
Jangan diambil
Jangan dirobek!
Jangan dilempar
Jangan dikotori
Jangan bertengkar
Jangan dekat-dekat
Jangan taruh  disitu
Jangan belok
Jangan rusak
Jangan marah
Jangan melawan
Jangan lama-lama
Jangan dibuang
Jangan dipegang
Jangan rewel
Jangan berteriak
jangan loncat-loncat
Jangan menerobos
Jangan bergurau

TABEL.2 KATA –KATA NEGATIF DAN KATA-KATA POSITIF
Kata-kata Negatif                                                                             
Jangan berkelahi!
Jangan dekat-dekat api!
Jangan berlari!
Jangan direbut!
Jangan berteriak-teriak
Jangan lempar mainan!
Jangan memukul teman!
Jangan ditumpahkan
Jangan diinjak!
Jangan malas!
Jangan terlambat!
Jangan dirusak
Jangan corat-coret
Jangan naik!
Jangan menangis!
Jangan bermain di situ
Jangan duduk
Jangan lewat di situ
Jangan menyontek

Kata-kata Positif
Bermainlah bersama!
Menjauh dari Api.
Ayo berjalan saja
Biarkan u ntuk dipagang dulu
Ayo berbicara dengan pelan
Gunakan mainan dengan benar
Sayangilah teman!
Bawahlah/pegang dengan hati-hati
Ayo lewat sini
Ayo lebih rajin lagi!
Usahakan datang lebih awal!
Ayo buah sampah di tempatnya
Menuslislah di kertas saja!
Lebih baik di bawah saja!
Ayo sambil tersenyum
Lebih baik bermain di sini
Lebih enak kita berdiri saja
Lebih baik lewat disini saja
Lebih baik kerjakan sendiri saja

Dengan menerapkan bahasa positif oleh pendidik PAUD/Ortu dalam proses pembelajaran  bahasa pada anak usia dini maka manfaat yang akan diperoleh anatara lain:
1.Memperkaya perbendaharaan kosakata bagi anak.
2. Memperjelas perintah atau harapan pendidik/ortu.
3.Stimulasi  perkembangan anak.
PENUTUP
Sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran anak usia dini, pendidik /ortu dituntut untuk mempunyai komptensi komunikasi. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali  pendidik/ortu menggunakan kata-kata “jangan’, tidak boleh”, dan “dilarang” untuk memberikan instruksi kepada anak. Dalam konsep pembelajaran anak usia dini, kata-kata tersebut  dalam katagori bahasa/kata-kata negatif. 
Karena itu, pendidik/ortu dituntut untuk dapat menerapkan bahasa positif dalam proses pembelajaran sehari-hari  dengan anak usia dini, sehingga informasi pembelajaran yang disampaikan dapat dipahami oleh anak dengan efektif.
Sesuai dengan tahapan kemampuan dan perkembangan anak usia dini, usia 2-6 tahun termasuk dalam tahap berpikr pra operasional konkret. Oleh karena itu, pendidik/ortu maupun orang dewasa yang berada di sekitarnya harus bisa mengupayakan stimulasi tahapan perkembangan bahasa anak.
Penggunaan kata-kata positif dalam komunikasi dan proses pembelajaran dapat bermanfaat untuk semakin memperkaya perbendaharaan kata-kata untuk memperlancar kemampuan bahasa anak. Disamping itu, dengan penggunaan kata-kata positif, anak akan lebih mudah memahami apapun yang diinformasikan dan diinstruksikan oleh pendidik/ortu.
           









Referensi
Jurnal Ilmia VISI PTK-PNF-Vol.4, No.1-2009





0 comments:

Post a Comment