Orang Tua Perlu Belajar Mendidik Anak
warta May 7, 2013 dibaca 418 kali
Direktur Jenderal
Pendidikakan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) memberikan arahan
pada peserta kegiatan koordinasi pelaksanaan penyusunan NSPK pembelajaran dan peserta
didik di Yogyakarta, Selasa (7/8).
YOGYAKARTA. Pendidikan anak usia
dini (PAUD) tidak cukup didapat dari satuan pendidikan saja, tapi yang utama
adalah keluarga. Oleh karena itu, pendidikan keorangtuaan (parenting) sangat
penting diberikan.
“Setelah orang tua ditumbuhkan
kesadarannya untuk memasukkan anak ke PAUD, mereka juga harus dididik untuk
dapat mengasuh anak dengan baik,” kata Direktur Jenderal Pendidikakan Anak Usia
Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) pada kegiatan koordinasi pelaksanaan penyusunan
NSPK pembelajaran dan peserta didik di Yogyakarta, Selasa (7/8).
Dijelaskan Dirjen, 80 persen
keberhasilan seseorang justru didapat dari pengasuhan (nurture), sisanya
barulah dari bawaan (nature). Oleh karena itulah pendidikan memiliki
peran yang amat penting.
Salah satu hal yang perlu diketahui
orang tua untuk meningkatkan kecerdasan, misalnya adalah adalah menstimulasi
kelima indra anak. Dirjen memberi contoh, pada indra penglihatan bayi bisa
distimulasi denga hiasan tempat tidur bayi yang diganti setiap hari. Sementara
pada indra penciuman, anak dikenali dengan bau buah-buahan, dan lainnya.
“Mendidik anak itu tidak bisa hanya
‘menggelinding’ begitu saja. Kalau orang tua tidak mengetahui bagaimana
mendidik, masa emas anak bisa terbuang. Ini akan membuat anak tidak akan tumbuh
optimal, ” kata psikolog keberbakatan ini.
Oleh karena itulah Dirjen berharap
pedoman penyelenggaran PAUD Berbasis Keluarga sebagai norma, standar, prosedur,
dan kriteria (NSPK) yang memuat pendidikan keorangtuaan bisa diselesaikan.
Dengan demikian, masyarakat bisa mendapat panduan yang tepat dalam melaksanakan
program tersebut.
Dikatakan Dirjen, dengan pendidikan
keorangtuaan, orang tua tidak hanya mendapat pengetahuan, tapi juga menyadari
bahwa dirinya merupakan pendidik yang pertama. Hal ini tentunya akan
meningkatkan dukungan orang tua dalam proses pendidikan anak usia dini di
lembaga PAUD maupun di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ini bisa dilakukan melalui
pertemuan orang tua, pendidikan untuk pengasuh, bazaar anak, hari keluarga,
pelibatan orang tua di kelas, orang tua menjadi narasumber di kelas, dan
kegiatan membuat alat permainan edukasi (APE) untuk anak.
Penyusunan NSPK
Kegiatan penyusunan NSPK
pembelajaran dan peserta didik PAUD bertujuan untuk memberikan acuan bagi
penyelenggara dan pembina PAUD sesuai ketentuan. Acara yang berlangsung
pada 6-8 Mei ini dihadiri oleh akademisi, praktisi, dan birokrat di bidang
PAUD.
Tidak hanya pedoman penyelenggaraan
PAUD Berbasis Keluarga, ada tujuh pedoman lainnya yang ikut disusun pada
kegiatan ini.
Dirjen PAUDNI mengatakan bahwa
penyusunan NSPK merupakan salah satu fungsi PAUDNI. NSPK diibaratkan
Dirjen bagaikan buku manual bagi para pemangku kepentingan untuk
melaksanakan apa pun kegiatan di bidang PAUDNI. (Dina Julita/HK).[1]
Jl. Jenderal Sudirman Gedung E Lantai III
Senayan, Jakarta 10270
Telp. 021-5725061 Fax. 021-5725484 Tromol
Pos:1303 Kode Pos 10013


2 comments:
terimakasih.
hrv
sama-sama mas said.
Post a Comment