Monday, 30 November 2015

PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA




Oleh : Yaya Sunaryo, S.Pd
Praktisi&Pemerhati Anak Usia Dini

APA ITU ANAK

  Menurut UU No.23/2002, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih ada dalam kandungan.

    ANAK USIA DINI USIA DINI ADALAH MASA EMAS UNTUK MEMBERIKAN STIMULASI DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN FUNGSI OTAK


ANAK  BUKAN  ORANG DEWASA MINI

APA ITU KELUARGA

q       Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri, dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga.

POLA  ASUH

·  Pola asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, bagaimana sikap orang tua kepada anak, bagaimana menanamkan aturan, dan bagaimana mengajarkan nilai dan norma kepada anak. ·      Ilmu yang membahas tentang heriditas (keturunan) telah menetapkan, bahwa anak akan mewariskan sifat-sifat dari kedua orang tuannya, baik moral, fisik, maupun intelektual, sejak masa kelahiran.

SYARAT POLA ASUH EFEKTIF

               Pola asuh harus dinamis
              Ayah-ibu mesti kompak
             Pola asuh disertai perilaku positif dari orang tua
           Komunikasi efektif
           Orang tua konsisten



BEBERAPA JENIS POLA PENGASUHAN

          Authoritarian/otoriter/koersif parenting
          Permissive parenting
        Autoritative/demokratis/dialogis parenting

AUTHORITARIAN/OTORITER/KOERSIF PARENTING

  Pola asuh ini selalu menuntut anak untuk menuruti kemauan orang tua.
  Pola Asuh ini hanya mengenal Hukuman dan Pujian dalam berinteraksi dengan anak. Pujian akan diberikan mana kala anak melakukan sesuai dengan keinginan orang tua. Sedangkan hukuman akan diberikan manakala anak tidak melakukan sesuai dengan keinginan orang tua.
  Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak.
  Orang tua tipe ini juga tidak mengenal kompromi, dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah.

DALAM SEBUAH RIWAYAT DISEBUTKAN :

            “Allah menjadikan kasih sayang di dalam hati orang-orang yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Dan sesungguhnya Allah hanya mengasihi hamban-hamba-Nya yang suka mengasihi.

DAMPAKNYA

             Anak menjadi penakut dalam mengambil keputusan
            Pendiam
           Tertutup 
          Kurang memiliki inisiatif 
          berkepribadian lemah, dan
           Selalu merasa cemas  

PERMISSIVE PARENTING

  Membuat anak bahagia dengan cara memberikan kebebasan sepenuhnya kepada anak.
  Orang tua memberi pengawasan yang longgar kepada anak untuk melakukan sesuatu
  Orang tua sedikit sekali memberikan bimbingan kepada anak.

DAMPAKNYA
  Agresif 
  Pembangkang
  Manja 
  Egois
  Kurang matang secara sosial. 

AL-BUKHARI TELAH MERIWAYATKAN,
·         bahwa Abu Hurairah r.a telah berkata : “Rasulullah Saw. Telah mencium Al-Hasan bin Ali. Ketika itu di sisi beliu duduk Al-Aqra’bin Habis At-Tamimi. Al-Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak, tapi tak satu pun di antara mereka pernah aku cium.” Maka Rasulullah Saw. Memandangnya dan bersabda, “Barangsiapa yang tidak mengasihi, tidak akan dikasihi.”

AUTORITATIVE/DEMOKRATIS/DIALOGIS PARENTING

  Orang tua memberikan aturan dengan konteks yang lebih hangat.
  Anak diberikan kebebasan sekaligus tangggung jawab untuk setiap perilakunya.
  Orang tua tipe ini bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak.

DAMPAKNYA

  anak yang mandiri,
  dapat mengontrol diri,
  mempunyai hubungan baik dengan teman,
  mempunyai minat terhadap hal-hal baru,
  koperatif terhadap orang-orang lain.

DAN HADIS RIWAYAT ASHABUS SUNAN DARI NU’MAN BIN BASYIR R.A. :

·         “Berbuat adillah di antara anak-anakmu, berbuat adillah di antara anak-anakmu, berbuat adillah di antara anak-anakmu.

 
PENDIDIKAN KARAKTER?

KARAKTER?

             Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian Pendidikan Nasional), Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat,  bangsa  dan  negara. 

PENDIDIKAN KARAKTER?

            Suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti (Thomas Lickona)

SEORANG PENYAIR YANG BERKATA :

·         “ Adalah berguna mendidik anak di waktu kecil dan tidak berguna mendidiknya pada usia dewasa.    Adalah mudah meluruskan ranting yang bengkok dan tidaklah mudah meluruskannya jika telah menjadi batang.

MENGAPA PENDIDIKAN KARAKTER PENTING?
FAKTA YG TERJADI

Masih banyak kasus tawuran pelajar, narkoba, sex bebas , Korupsi
 Pendidikan  Karakter tidak hanya disampaikan dan diucapkan tetapi  harus dengan contoh, keteladanan, dan pembisaan

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBANGUN KARAKTER ANAK?

MENGAPA PENDIDIKAN KARAKTER HARUS DIBANGUN SEJAK DINI?

  Usia 0-6 otak berkembang sangat cepat (80%)
  AUD lebih cepat menyerap informasi/ perilaku dari lingkungan sekitarnya
  Pengalaman anak pada tahun pertama menentukan kualitas kehidupannya dimasa akan datang

PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA

  0 - 4 tahun mencapai 50 %
   4 – 8 tahun, mencapai 80 %
  8 - 18 tahun mendekati 100%


NILAI-NILAI KARAKTER PADA AUD MENCAKUP
 
1. Aspek Spiritual
2.
Aspek Personal/kepribadian
4.
Aspek Sosial
5.
Aspek Lingkungan

NILAI-NILAI KARAKTER (9 PILAR)

1. Cinta Tuhan dan segenap   ciptaannya
2.
Kemandirian dan Tanggung jawab
3.
Kejujuran/Amanah, Bijaksana
4.
Hormat dan santun
5.
Dermawan, Suka Menolong, dan   GotongRoyong
6.
Percaya diri, Kreatif, dan Pekerja Keras
7.
Kepemimpinan dan Keadilan
Baik dan Rendah hati
8.
Toleransi, Kedamaian, dan Kesatuan

PRINSIP PENDIDIKAN KARAKTER AUD
 
1. Melalui contoh dan keteladanan
2.
Dilakukan secara berkelanjutan
3.
Menyeluruh semua aspek perkembangan
4.
Menciptakan rasa kasih sayang
5.
Aktif memotifasi anak
6.
Melibatkan Pendidik,  tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat
7.
Adanya penilaian

BERKAITAN DENGAN ORANG TUA

 Keluarga merupakan lembaga yang paling penting dalam pendidikan dan pengembangan anak
Orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak

Renungkan sebagai perkataan Imam Ghazali dalam bukunya Ibya ulumiddin mengenai kebiasaan anak berperangai baik atau jahat sesuai dengan kecenderungan dan nalurinya. Ia mengatakan :

· “ Anak adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah permata yang sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti dibiarkannya binatang, ia akan celaka dan binasa. Sedang memeliharanya adalah dengan upaya pendidikan dan mengajari akhlak yang baik.”

SEPERTI PENYAIR YANG MENGATAKAN :

· “ Anak akan tumbuh pada apa yang dibiasakan ayahnya kepadanya,   Ia tidak dapat tunduk oleh akal, tetapi kebiasaanlah yang dapat menundukkanya.

MAGIC WORDS / KATA-KATA AJAIB
1. SALAM (ASSALAMUALAIKUM, SELAMAT PAGI/SIANG)…………………
2. MAAF………………………….
3. PERMISI………………………
4. TOLONG………………………
5. BISA DIBANTU……………….
6. TERIMAKASIH……………….
7. BOLEHKAH…………………..
8. DENGAN SENANG HATI……
9. SILAHKAN……………………. 

KESIMPULANNYA….
· “Didiklah anak-anak kalian dengan metode pendidikan yang kalian terima (dari orang tua kita), karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk (hidup pada) satu zaman yang berbeda dengan zaman kita”.


· JIKA  DIBESARKAN DENGAN CELAAN, ANAK BELAJAR MEMAKI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA AKAN BELAJAR BERKELAHI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN CEMOOHAN, IA AKAN BELAJAR RENDAH HATI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN PENGHINAAN, IA AKAN BELAJAR MENYESALI DIRI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN DORONGAN, IA AKAN BELAJAR PERCAYA DIRI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN PUJIAN, IA AKAN BELAJAR MENGHARGAI
· JIKA DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA AKAN BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN
· JIKA DIBESARKAN DENGAN DUKUNGAN, IA AKAN BELAJAR MENYENANGI DIRINYA
· JIKA DIBESARKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, IA AKAN BELAJAR KEADILAN
· JIKA DIBESARKAN DENGAN KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN, IA AKAN BELAJAR MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPAN!


· “Allah mengasih orang yang membantu anaknya berbakti kepadanya (Ali Bin Abi Thalib).
· Sebagai orangtua kita patut menyadari bahwa ketika kita menggendong anak kita dengan penuh kasih sayang, sesungguhnya kita tengah menggendong “masa depan” kita sendiri; ketika kita asyik bermain-main dengan anak, sesungguhnya kita tengah menciptakan “sejarah”kita sendiri. 
· “Ukuran kemajuan suatu keluarga bukanlah keberlimpahan harta dan banyaknya pembantu bekerja di rumah, melainkan kebaikan pribadi dan karakter anggota keluarga itu. Ukuran keberhasilan sebuah keluarga adalah seberapa jauh orangtua dapat mendidik dan mengasuh anak mereka sehingga tumbuh menjadi pribadi yang menarik dan dicintai semua orang 
· Mari kita didik anak anak kita dengan sebaik-baiknya. Pertama mendidik anak dengan IMAN, untuk menghindari kesia-siaan. Kedua mendidik anak dengan ILMU, untuk menghindari kesalahan, dan ketiga mendidik anak dengan CINTA, untuk mendatangkan kebahagiaan.

0 comments:

Post a Comment