Oleh : Yaya Sunaryo, S.Pd
Praktisi&Pemerhati Anak Usia Dini
APA ITU ANAK
Menurut UU No.23/2002, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk anak yang masih ada dalam kandungan.
ANAK USIA DINI USIA DINI ADALAH MASA EMAS UNTUK MEMBERIKAN STIMULASI DALAM RANGKA MENGOPTIMALKAN FUNGSI OTAK
ANAK BUKAN ORANG DEWASA MINI
APA ITU KELUARGA
q Keluarga
adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau
suami, istri, dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau
keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat
ketiga.
POLA ASUH
· Pola
asuh merupakan pola interaksi antara orang tua dan anak, bagaimana sikap orang
tua kepada anak, bagaimana menanamkan aturan, dan bagaimana mengajarkan nilai
dan norma kepada anak. ·
Ilmu yang membahas tentang heriditas (keturunan)
telah menetapkan, bahwa anak akan mewariskan sifat-sifat dari kedua orang
tuannya, baik moral, fisik, maupun intelektual, sejak masa kelahiran.
SYARAT POLA ASUH EFEKTIF
Pola
asuh harus dinamis
Ayah-ibu
mesti kompak
Pola
asuh disertai perilaku positif dari orang tua
Komunikasi
efektif
Orang
tua konsisten
BEBERAPA JENIS POLA
PENGASUHAN
Authoritarian/otoriter/koersif parenting
Permissive parenting
Autoritative/demokratis/dialogis parenting
AUTHORITARIAN/OTORITER/KOERSIF
PARENTING
Pola
asuh ini selalu menuntut anak untuk menuruti kemauan orang tua.
Pola Asuh ini hanya mengenal Hukuman dan
Pujian dalam berinteraksi dengan anak. Pujian akan diberikan mana kala anak
melakukan sesuai dengan keinginan orang tua. Sedangkan hukuman akan diberikan
manakala anak tidak melakukan sesuai dengan keinginan orang tua.
Orang tua tipe ini cenderung memaksa,
memerintah, menghukum. Apabila anak tidak mau melakukan apa yang dikatakan oleh
orang tua, maka orang tua tipe ini tidak segan menghukum anak.
Orang tua tipe ini juga tidak mengenal
kompromi, dan dalam komunikasi biasanya bersifat satu arah.
DALAM SEBUAH RIWAYAT
DISEBUTKAN :
“Allah menjadikan kasih sayang di dalam
hati orang-orang yang dikehendaki-Nya dari para hamba-Nya. Dan sesungguhnya
Allah hanya mengasihi hamban-hamba-Nya yang suka mengasihi.
DAMPAKNYA
Anak menjadi penakut dalam mengambil keputusan
Pendiam
Tertutup
Kurang memiliki inisiatif
berkepribadian lemah, dan
Selalu merasa cemas
PERMISSIVE
PARENTING
Membuat anak bahagia dengan cara memberikan
kebebasan sepenuhnya kepada anak.
Orang tua memberi pengawasan yang longgar
kepada anak untuk melakukan sesuatu
Orang tua sedikit sekali memberikan
bimbingan kepada anak.
DAMPAKNYA
Agresif
Pembangkang
Manja
Egois
Kurang matang secara sosial.
AL-BUKHARI
TELAH MERIWAYATKAN,
·
bahwa Abu
Hurairah r.a telah berkata : “Rasulullah Saw. Telah mencium Al-Hasan bin Ali.
Ketika itu di sisi beliu duduk Al-Aqra’bin Habis At-Tamimi. Al-Aqra’ berkata, “Sesungguhnya
aku mempunyai sepuluh orang anak, tapi tak satu pun di antara mereka pernah aku
cium.” Maka Rasulullah Saw. Memandangnya dan bersabda, “Barangsiapa yang tidak
mengasihi, tidak akan dikasihi.”
AUTORITATIVE/DEMOKRATIS/DIALOGIS
PARENTING
Orang tua memberikan aturan dengan konteks
yang lebih hangat.
Anak diberikan kebebasan sekaligus
tangggung jawab untuk setiap perilakunya.
Orang tua tipe ini bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak
berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak.
DAMPAKNYA
anak yang mandiri,
dapat mengontrol diri,
mempunyai hubungan baik dengan teman,
mempunyai minat terhadap hal-hal baru,
koperatif terhadap orang-orang lain.
DAN HADIS RIWAYAT
ASHABUS SUNAN DARI NU’MAN BIN BASYIR R.A. :
·
“Berbuat
adillah di antara anak-anakmu, berbuat adillah di antara anak-anakmu, berbuat
adillah di antara anak-anakmu.
PENDIDIKAN KARAKTER?
KARAKTER?
Menurut (Ditjen Mandikdasmen - Kementerian
Pendidikan Nasional), Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang
menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup
keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
PENDIDIKAN KARAKTER?
Suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat
memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti (Thomas
Lickona)
SEORANG PENYAIR YANG
BERKATA :
·
“ Adalah
berguna mendidik anak di waktu kecil dan tidak berguna mendidiknya pada usia
dewasa. Adalah mudah meluruskan
ranting yang bengkok dan tidaklah mudah meluruskannya jika telah menjadi
batang.
MENGAPA PENDIDIKAN KARAKTER PENTING?
FAKTA YG TERJADI
Masih banyak kasus tawuran pelajar,
narkoba, sex bebas , Korupsi
Pendidikan
Karakter tidak hanya disampaikan dan diucapkan tetapi harus dengan contoh, keteladanan, dan
pembisaan
KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBANGUN
KARAKTER ANAK?
MENGAPA PENDIDIKAN KARAKTER HARUS DIBANGUN
SEJAK DINI?
Usia 0-6 otak berkembang sangat cepat
(80%)
AUD lebih cepat menyerap informasi/
perilaku dari lingkungan sekitarnya
Pengalaman anak pada tahun pertama
menentukan kualitas kehidupannya dimasa akan datang
PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA
0 - 4 tahun mencapai 50 %
4 –
8 tahun, mencapai 80 %
8 - 18 tahun mendekati 100%
NILAI-NILAI KARAKTER PADA AUD MENCAKUP
1. Aspek Spiritual
2. Aspek Personal/kepribadian
4. Aspek Sosial
5. Aspek Lingkungan
2. Aspek Personal/kepribadian
4. Aspek Sosial
5. Aspek Lingkungan
NILAI-NILAI KARAKTER (9 PILAR)
1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya
2. Kemandirian dan Tanggung jawab
3. Kejujuran/Amanah, Bijaksana
4. Hormat dan santun
5. Dermawan, Suka Menolong, dan GotongRoyong
6. Percaya diri, Kreatif, dan Pekerja Keras
7. Kepemimpinan dan Keadilan
Baik dan Rendah hati
8. Toleransi, Kedamaian, dan Kesatuan
2. Kemandirian dan Tanggung jawab
3. Kejujuran/Amanah, Bijaksana
4. Hormat dan santun
5. Dermawan, Suka Menolong, dan GotongRoyong
6. Percaya diri, Kreatif, dan Pekerja Keras
7. Kepemimpinan dan Keadilan
Baik dan Rendah hati
8. Toleransi, Kedamaian, dan Kesatuan
PRINSIP PENDIDIKAN KARAKTER AUD
1. Melalui contoh dan keteladanan
2.Dilakukan secara berkelanjutan
3.Menyeluruh semua aspek perkembangan
4. Menciptakan rasa kasih sayang
5. Aktif memotifasi anak
6. Melibatkan Pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat
7. Adanya penilaian
2.Dilakukan secara berkelanjutan
3.Menyeluruh semua aspek perkembangan
4. Menciptakan rasa kasih sayang
5. Aktif memotifasi anak
6. Melibatkan Pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat
7. Adanya penilaian
BERKAITAN DENGAN ORANG
TUA
Keluarga
merupakan lembaga yang paling penting dalam pendidikan dan pengembangan anak
Orang
tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak
Renungkan sebagai
perkataan Imam Ghazali dalam bukunya Ibya ulumiddin mengenai kebiasaan
anak berperangai baik atau jahat sesuai dengan kecenderungan dan nalurinya. Ia
mengatakan :
·
“ Anak
adalah amanah bagi kedua orang tuanya. Hatinya yang suci adalah permata yang
sangat mahal harganya. Jika dibiasakan pada kejahatan dan dibiarkan seperti
dibiarkannya binatang, ia akan celaka dan binasa. Sedang memeliharanya adalah
dengan upaya pendidikan dan mengajari akhlak yang baik.”
SEPERTI PENYAIR YANG
MENGATAKAN :
·
“ Anak
akan tumbuh pada apa yang dibiasakan ayahnya kepadanya, Ia tidak dapat tunduk oleh akal, tetapi
kebiasaanlah yang dapat menundukkanya.
MAGIC WORDS / KATA-KATA
AJAIB
1. SALAM (ASSALAMUALAIKUM, SELAMAT
PAGI/SIANG)…………………
2. MAAF………………………….
3. PERMISI………………………
4. TOLONG………………………
5. BISA DIBANTU……………….
6. TERIMAKASIH……………….
7. BOLEHKAH…………………..
8. DENGAN SENANG HATI……
9. SILAHKAN…………………….
KESIMPULANNYA….
·
“Didiklah
anak-anak kalian dengan metode pendidikan yang kalian terima (dari orang tua
kita), karena sesungguhnya mereka diciptakan untuk (hidup pada) satu zaman yang
berbeda dengan zaman kita”.
·
JIKA DIBESARKAN DENGAN CELAAN, ANAK BELAJAR MEMAKI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA AKAN BELAJAR BERKELAHI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN CEMOOHAN, IA AKAN BELAJAR RENDAH HATI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN PENGHINAAN, IA AKAN BELAJAR MENYESALI DIRI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN DORONGAN, IA AKAN BELAJAR PERCAYA DIRI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN PUJIAN, IA AKAN BELAJAR MENGHARGAI
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA AKAN BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN DUKUNGAN, IA AKAN BELAJAR MENYENANGI DIRINYA
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, IA AKAN BELAJAR KEADILAN
·
JIKA
DIBESARKAN DENGAN KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN, IA AKAN BELAJAR MENEMUKAN
CINTA DALAM KEHIDUPAN!
·
“Allah
mengasih orang yang membantu anaknya berbakti kepadanya (Ali Bin Abi Thalib).
·
Sebagai
orangtua kita patut menyadari bahwa ketika kita menggendong anak kita dengan
penuh kasih sayang, sesungguhnya kita tengah menggendong “masa depan” kita
sendiri; ketika kita asyik bermain-main dengan anak, sesungguhnya kita tengah
menciptakan “sejarah”kita sendiri.
·
“Ukuran
kemajuan suatu keluarga bukanlah keberlimpahan harta dan banyaknya pembantu
bekerja di rumah, melainkan kebaikan pribadi dan karakter anggota keluarga itu.
Ukuran keberhasilan sebuah keluarga adalah seberapa jauh orangtua dapat
mendidik dan mengasuh anak mereka sehingga tumbuh menjadi pribadi yang menarik
dan dicintai semua orang
·
Mari kita
didik anak anak kita dengan sebaik-baiknya. Pertama mendidik anak dengan IMAN,
untuk menghindari kesia-siaan. Kedua mendidik anak dengan ILMU, untuk
menghindari kesalahan, dan ketiga mendidik anak dengan CINTA, untuk
mendatangkan kebahagiaan.


0 comments:
Post a Comment