Friday, 5 October 2018

Celotehan 1

Wajah di Depan Cermin Oleh Harry Holland Upchurch Jikalau kamu mendapatkan apa yang menjadi ambisimu selama ini, dan dunia membuatmu merasa bagai raja dalam sehari, pergilah ke cermin dan tataplah dirimu di situ, dengarlah apa yang akan dikatakan wajah dalam cermin itu. Karena bukanlah penilaian ayah, ibu, atau istrimu, yang menentukan ketulusanmu, tapi keputusan paling berharga datang dari dia yang menatap kembali dari cermin. Dialah Teman yang harus kau puaskan, jangan pedulikan yang lain, karena dialah yang pasti akan bersamamu hingga akhir, dan kau telah melalui suatu ujian berat dan berbahaya, jika wajah di cermin dapat menjadi temanmu. Kau dapat saja menipu dunia ini sepanjang perjalanan hidupmu, selalu mendapat tepukan saat kau melaluinya, tapi hasil akhirnya hanyalah sakit hati dan ratap tangisan, bila kau telah menipu si wajah dalam cermin. By : YS, Prodi PG PAUD FKIP UMHT Jam. 10.55 WIB Tidak ada kemulian yang dicapain dengan menjadi lebih baik dari orang lain. kemuliaan yang sesungguhnya adalah menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya. (pepatah Tiongkok Kuno) By : YS, Prodi PG PAUD FKIP UMHT Jam. 11.00 WIB Rasa aman yang sesunggunhnya adalah khalayalan. hal itu tidak ada secara alami, bahkan tak seorang pun manusia di bumi yang dapat mengalaminya secara penuh. untuk jangka panjang, menghidari risiko tidaklah lebih aman daripada menghadapinya dengan berani. Kehidupan ini adalah petualangan yang berani. Kalau tidak, bukanlah kehidupan sama sekali.” (Helen Keller). By : YS, Prodi PG PAUD FKIP UMHT Jam. 11.02 WIB

0 comments:

Post a Comment