Saturday, 12 November 2016

Proposal pelatihan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah membawa perubahan pada hampir semua aspek kehidupan manusia dimana berbagai permasalahan hanya dapat dipecahkan dengan upaya penguasaan dan peningkatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Selain manfaat bagi kehidupan manusia di satu sisi perubahan tersebut juga telah membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan. Kalau tidak, bangsa ini akan kalah bersaing dalam memasuki era globalisasi tersebut. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu proses yang terintegrasi dengan proses peningkatan kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Menyadari pentingnya proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pemerintah bersama kalangan swasta sama-sama telah dan terus berupaya mewujudkan amanat tersebut melalui berbagai usaha pembangunan pendidikan yang lebih berkualitas antara lain melalui pengembangan dan perbaikan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengadaan materi ajar, serta pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Tetapi pada kenyataannya, upaya pemerintah tersebut belum cukup berarti dalam meningkatkan kuailtas pendidikan pada jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA/MA. Ada dua faktor yang dapat menjelaskan mengapa upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang atau tidak berhasil. Pertama, strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input oriented. Strategi yang demikian lebih bersandar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi, seperti penyediaan buku-buku (materi ajar) dan alat belajar lainnya, penyediaan sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan (sekolah) akan dapat menghasilkan output (keluaran) yang bermutu sebagai mana yang diharapkan. Ternyata strategi input-output yang diperkenalkan oleh teori education production function (Hanushek, 1979,1981) tidak berfungsi sepenuhnya di lembaga pendidikan (sekolah), melainkan hanya terjadi dalam institusi ekonomi dan industri. Kedua, pengelolaan pendidikan selama ini lebih bersifat macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Akibatnya, banyak faktor yang diproyeksikan di tingkat makro (pusat) tidak terjadi atau tidak berjalan sebagaimana mestinya di tingkat mikro (sekolah). Atau dengan singkat dapat dikatakan bahwa komleksitasnya cakupan permasalahan pendidikan, seringkali tidak dapat terpikirkan secara utuh dan akurat oleh birokrasi pusat. Diskusi tersebut memberikan pemahaman kepada kita bahwa pembangunan pendidikan bukan hanya terfokus pada penyediaan faktor input pendidikan tetapi juga harus lebih memperhatikan faktor proses pendidikan. Input pendidikan merupakan hal yang mutlak harus ada dalam batas - batas tertentu tetapi tidak menjadi jaminan dapat secara otomatis meningkatkan mutu pendidikan (school resources are necessary but not sufficient condition to improve student achievement). Di samping itu, mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepan dengan berbagai keragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendidikan yang beragam, kondisi lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya, maka sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas/mutu pendidikan. hal ini akan dapat dilaksanakan jika sekolah dengan berbagai keragamannya itu, diberikan kepercayaan untuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan anak didiknya. Walaupun demikian, agar mutu tetap terjaga dan agar proses peningkatan mutu tetap terkontrol, maka harus ada standar yang diatur dan disepakati secara secara nasional untuk dijadikan indikator evaluasi keberhasilan peningkatan mutu tersebut (adanya benchmarking). Pemikiran ini telah mendorong munculnya pendekatan baru, yakni pengelolaan peningkatan mutu pendidikan di masa mendatang harus berbasis sekolah sebagai institusi paling depan dalam kegiatan pendidikan. Pendekatan ini, kemudian dikenal dengan manajemen peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah (School Based Quality Management) atau dalam nuansa yang lebih bersifat pembangunan (developmental) disebut School Based Quality Improvement. Konsep yang menawarkan kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat dan pemerintah dengan tanggung jawabnya masing - masing ini, berkembang didasarkan kepada suatu keinginan pemberian kemandirian kepada sekolah untuk ikut terlibat secara aktif dan dinamis dalam rangka proses peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan sumber daya sekolah yang ada. Sekolah harus mampu menterjemahkan dan menangkap esensi kebijakan makro pendidikan serta memahami kindisi lingkunganya (kelebihan dan kekurangannya) untuk kemudian melaui proses perencanaan, sekolah harus memformulasikannya ke dalam kebijakan mikro dalam bentuk program - program prioritas yang harus dilaksanakan dan dievaluasi oleh sekolah yang bersangkutan sesuai dengan visi dan misinya masing - masing. Sekolah harus menentukan target mutu untuk tahun berikutnya. Dengan demikian sekolah secara mendiri tetapi masih dalam kerangka acuan kebijakan nasional dan ditunjang dengan penyediaan input yang memadai, memiliki tanggung jawab terhadap pengembangan sumber daya yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dan masyarakat. B. PREDIKSI DAMPAK WORKSHOP Seminar ini menjaring guru-guru, PAUD, SD SMP / SMA dari berbagai sekolah sekecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten. Output workshop ini akan memberikan wahana baru dalam proses belajar mengajar di sekolah atau lembaga pendidikan masing-masing, sehingga hasilnya akan berdampak kepada para peserta didik. C. LANDASAN WORKSHOP 1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Undang-Undang No. 14. Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 3. PP. No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan D. TUJUAN WORKSHOP Tujuan UMUM diadakan workshop ini adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia 2. Menemukan format kurikulum pendidikan yang tepat bagi pembelajaran 3. Peserta dapat mengimplementasikan hasil workshop ke dalam proses belajar mengajar E. Tujuan khusus ini adalah: 1. Peserta mampu mendesain kelas yang termanajemeni dengan baik, membuat kelas menjadi aman tenteram dan segar bagi siswa, membuat rencana disiplin yang efektif, membuat siswa mematuhi aturan tanpa keterpaksaan. 2. Peserta mampu memahami model-model pembelajaran, model pembelajaran langsung, model pembelajaran kooperatif, dan model pembelajaran berbasis masalah. 3. Peserta memiliki karya/produk berupa bahan ajar yang dapat diterapkan di dalam proses belajar mengajar. BAB II RENCANA KEGIATAN PENINGKATAN MUTU GTK PAUD, SD,SMP,DAN SMA A. KURIKULUM WORKSHOP Adapun Kegiatan Peningkatan Kompetensi GTK PAUD, SD, SMP, dan SMA diadakan dengan alokasi waktu 3 hari dengan materi workshop 6 materi dengan jam pelajaran 21 JPL. Adapun Materi Workshop yang akan diberikan adalah sebagai berikut : No. MATERI TEORI 1 Meningkatkan Profesionalisme Guru 3 Jpl 2 Pendidikan Karakter dan Etika 4 jpl 3 Bimbingan Konseling (KB) 3 jpl 4 Strategi Pembelajaran yang efektif di kelas 4 jpl 5 Supervisi Pendidikan 4 jpl 6 Kesehatan Guru dan Peserta Didik 3 jpl Jumlah Jam Pelajaran 21 jpl B. STRATEGI PELAKSANAAN Strategi pelaksanaan kegiatan workshop terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tindak lanjut yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan - Menyusun desain workshop - Pembahasan desain workshop - Rapat koordinasi dengan instansi terkait - Penetapan kepanitian workshop melalui surat keputusan - Rapat koordinasi dengan narasumber - Sosialisasi pemanggilan peserta dan seleksi - Penyusunan surat – surat - Persiapan administrasi workshop - Persiapan akomodasi, konsumsi, dokumentasi dan publikasi - Penggandaan bahan belajar workshop - Pengadaan ATK - Rapat persiapan akhir 2. Tahap Pelaksanaan NO KEGIATAN WAKTU HARI 1 HARI 2 HARI 3 1 PEMBUKAAN 2 PELATIHAN 3 PELAKSANAAN 4 PENUTUP - Penerimaan peserta - Pembukaan - Penjelasan teknis - Dinamika kelompok - Penyampaian materi workshop - Penyampaian materi penutup - Evaluasi Penyelenggaraan - Evaluasi Daftar Hadir dan Peran Aktif Peserta - Evaluasi Kinerja Fasilitator - Penutupan - Penyelesaian administrasi - Penyusunan laporan 3. Tindak Lanjut Tindak lanjut merupakan bagian dari pelaksanaan workshop. Kegiatan tindak lanjut dari workshop antara lain, pelaksanaan evaluasi dampak terhadap peserta workshop dilaksanakan setelah workshop selesai dilakukan. Hal yang dipersiapkan antara lain: a. Penyusunan instrumen evaluasi bagi peserta workshop untuk mengetahui penerapan hasil workshop di lapangan b. Instrumen evaluasi pada pimpinan dan teman sekerja peserta workshop untuk mengetahui bagaimana penerapan hasil workshop pada unit kerjanya c. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data hasil evaluasi dampak workshop. d. Laporan evaluasi dampak workshop. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan workshop ini adalah: 1. Ceramah, penyampaian materi dengan memperhatikan perbedaan intelektual dan pengalaman peserta dan disampaikan dengan bahasa yang dipahami peserta. Sehingga workshop harus pandai memilih dan memilah kalimat; 2. Diskusi, bertujuan untuk mengukur tingkat penerimaan dan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan; 3. Tanya jawab, ditujukan untuk menarik perhatian peserta dan membuat peserta selalu siap terhadap apa yang disampaikan workshop; 4. Praktek, mengaktualisasikan materi workshop ke dalam bentuk kegiatan yang terlihat dan menghasilkan karya; 5. Motivasi, setiap kalimat yang disampaikan menggunakan kata-kata dan bahasa yang santun dan penuh motivasi; 6. Energizer, kegiatan untuk menghindarkan peserta dari kejenuhan; 7. Refleksi diri, memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan pemaknaan terhadap apapun yang ingin ia kuasai melalui workshop dan didukung oleh pelatih dan peserta lainnya. C. NARASUMBER Narasumber yang akan mengisi kegiatan Peningkatan Mutu bagi GTK PAUD, SD, SMP, dan SMA adalah narasumber yang profesional dan berkompetensi dalam bidang workshop masing – masing dan beberapa merupakan Tim Penyusun Bahan Ajar Diklat. 1. Nama : Prof. Dr. H. Kamaluddin, M.Pd Jabatan : Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan UMHT 2. Nama : Dr. Hj. Darilah dihardjo, MM Jabatan : Ketua Jurusan PGSD FKIP UMHT 3. Nama : Dra. Hj. Sri Mundariyah, M.Pd Jabatan : Ketua Jurusan PG PAUD FKIP UMHT 4. Nama : Akhmad Subkhi Ramdani, M.Pd Jabatan : Ketua Jurusan Bahasa Inggris FKIP UMHT 5. Nama : Sugi Alibowo, M.Pd Jabatan : Sekprodi PGSD FKIP UMHT 6. Nama : Sopiah, M.Pd Jabatan : Sekprodi PG PAUD FKIP UMHT 7. Nama : Dr. Hasmi Jabatan : Dosen FKIP UMHT 8. Nama : Eva Riza, M.Pd Jabatan :Dosen PG PAUD FKIP UMHT 9. Nama : Ahmad Rohim, MA Jabatan : Staf Administrasi FKIP UMHT D. PESERTA KEGIATAN WORKSHOP Peserta Kegiatan adalah Guru atau Tenaga Kependidikan yang ada di Kecamatan Bayah dan sekitarnya pada khususnya dengan kriteria: (Data Peserta terlampir ) - Sehat jasmani dan Rohani - Belum pernah mengikuti kegiatan ini sebelumnya - Memiliki masa kerja satu tahun - Pendidikan terakhir minimal SMA - Peserta Kegiatan yang akan mengikuti workshop sebanyak 100 Orang. E. KEPANITIAAN / KEPENGURUSAN Data kepanitian terlampir F. WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN Adapun kegiatan Workshop Peningkatan kompetensi bagi guru & tenaga kependidikan direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu………………….2016. Tempat : Aula Kecamatan Bayah Kab. Lebak Banten Waktu : disesuaikan BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Demikian proposal ini kami ajukan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan mutu GTK PAUD, SD,SMP, dan SMA untuk mencetak GTK PAUD, SD,SMP,dan SMA yang profesional dan berkompetensi standar dengan prosedur pelaksanaan workshop sesuai dengan petunjuk teknis yang ada. B. Saran Kami berharap akan turut serta untuk membantu agar acara ini dapat terselenggara dan nantinya akan membawa kemaslahatan bagi semua pihak. Semoga Allah SWT mengabulkan dan memberi barokahNYA pada kita semua. Aamiin.

0 comments:

Post a Comment